Kemhan: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dalam Proses Pengiriman ke Indonesia, Tergantung Kondisi Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan, kapal induk ITS Giussepe Garibaldi dalam proses pengiriman ke Indonesia.
“(Proses) sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia,” ujar Rico kepada awak media di Balai Media Kemhan RI, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).
Rico berharap, Giuseppe Garibaldi itu bisa tiba di Indonesia pada tahun ini. Namun, kondisi Selat Hormuz, yang menjadi hotspot konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, bisa menjadi salah satu faktor cepat lambatnya pengiriman.
Baca Juga: Empat Jenderal Bintang Tiga Selimuti Peti Jenazah Ryamizard Ryacudu dengan Bendera Merah Putih
“Dengan kondisi Selat Hormuz, yang konflik juga di sana ya, jadi mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman, dan sebagainya,” tutur Rico.
Diketahui, pemerintah Italia menghibahkan kapal induk Garibaldi ke Indonesia. Senat Italia telah menyetujui hibah tersebut pada Selasa (24/3).
Meski berstatus hibah, pemerintah Indonesia tetap menyiapkan skema pembiayaan besar untuk operasional kapal Garibaldi.
Pada Agustus 2025, pemerintah menyetujui anggaran hingga 450 juta dolar AS (sekitar Rp7,6 triliun) untuk akuisisi kapal, ditambah 250 juta dolar AS (sekitar Rp4,2 triliun) untuk helikopter angkut, serta 300 juta dolar AS (sekitar Rp5 triliun) untuk helikopter utilitas yang akan beroperasi dari kapal tersebut.
TNI AL sebagai calon pengguna telah mempersiapkan prajurit untuk pengawakan Garibaldi. Selain itu, pangkalan strategis juga sedang disiapkan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































