KSAL Kunjungi Pasien Rumkital Marinir Cilandak

Jakarta, IDM - Wujud kepedulian TNI Angkatan Laut (TNI AL), Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, SE., M.M., didampingi Ketum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono mengunjungi Rumah Sakit Angkatan Laut Marinir (Rumkitalmar) atau RSMC pada Senin lalu, (15/11/21).
Kunjungan dilaksanakan setelah Kasal memimpin Upacara Peringatan HUT Ke-76 Korps Marinir di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir Cilandak Jakarta Selatan. Dengan dipandu oleh Komandan Rumkital Marinir Cilandak Kolonel Laut (K) dr. Ariyo Sakso Bintoro, SpU, Kasal beserta rombongan meninjau berbagai fasilitas di RSMC mulai dari ruang rawat inap, poli rawat jalan, sampai dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Dalam kesempatan tersebut, Kasal dan Ny. Vero Yudo Margono juga berkenan menyambangi pasien-pasien yang sedang dirawat dan memberikan tali asih sebagai bentuk perhatian.
Turut mendampingi Kasal, Aspotmar Kasal beserta ibu, Wadan Kormar serta Wadan Pasmar 1. Kegiatan kunjungan ditutup dengan foto bersama Kasal dan rombongan dengan "Civitas Hospitalia RSMC." (MAN)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































