HANKAM

Kapal Selam Scorpene: Dibangun di Indonesia, oleh Indonesia, untuk Indonesia

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, memberikan penjelasan kepada para jurnalis mengenai perkembangan pembangunan kapal selam Scorpene, Rabu (2/7). (Foto: Dok. Humas PT PAL Indonesia)

Jakarta, IDM – PT PAL Indonesia membuka akses bagi media nasional untuk menyaksikan langsung progres pembangunan Kapal Selam Scorpene Republik Indonesia (SRI) di galangan Surabaya, Kamis (2/7).

Melalui kegiatan media visit, PT PAL Indonesia memberikan transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan fasilitas strategis yang menopang kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

Jajaran manajemen PT PAL bersama tim Naval Group memaparkan capaian proyek, termasuk keberhasilan menyelesaikan Qualification Section beberapa waktu lalu. Para jurnalis juga diajak meninjau area pembangunan kapal selam, dermaga, serta fasilitas shiplift berkapasitas hingga 9.240 ton.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, menekankan bahwa pembangunan industri pertahanan bukan hanya soal hasil akhir berupa kapal selam, melainkan juga kesiapan ekosistem pendukung.

Baca Juga: Tiga Jenderal Istana Raih Penghargaan Koopssus TNI, Ini Sosoknya!

“Mulai dari kemampuan engineer Indonesia, proses produksi yang terus berkembang, hingga fasilitas strategis yang dibangun, semua ini memastikan Indonesia mampu mengerjakan program pertahanan secara mandiri di masa depan,” ujar Diana.

Program Kapal Selam Scorpène kini bersiap memasuki fase First Steel Cutting pada Juli 2026, menandai dimulainya pembangunan fisik kapal selam pertama di Indonesia. Keberhasilan menyelesaikan Qualification Section menjadi bukti transfer teknologi dari Naval Group berjalan efektif, sekaligus mengakselerasi kompetensi sumber daya manusia nasional sesuai standar manufaktur kelas dunia.

Puluhan insinyur PT PAL telah menjalani pelatihan intensif di Prancis, mencakup pengelasan, konstruksi, sistem mekanikal, kelistrikan, hingga pengendalian mutu. Kompetensi tersebut kini diterapkan langsung dalam proses produksi di Surabaya.

Sementara itu, Project Director pembangunan Scorpene, Laksamana Muda (Purn.) Wiranto mengatakan bahwa welder atau juru las memiliki peran yang sangat signfikan dalam pembangunan kapal selam ini.

“Salah satu aspek daripada teknologi kapal selam itu adalah kemampuan welder. Dan itu penting sekali. Dan welder-welder kita sudah zero defect. Hasilnya sangat memuaskan,” ujar Wiranto.

Baca Juga: Siap-siap, 45 Kabupaten/Kota Bakal ‘Diserbu’ TNI AD untuk Akselerasi Pembangunan

Kolaborasi Strategis

Program Director Naval Group, Vincent Vimont, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar membangun dua unit kapal selam, melainkan membangun fondasi kemampuan nasional yang berkelanjutan.

“Transfer teknologi, pengembangan kompetensi engineer Indonesia, serta keterlibatan PT PAL dalam keseluruhan proses produksi menjadi bukti nyata bahwa Indonesia semakin siap menguasai teknologi strategis,” kata Vincent.

Proyek Scorpène merupakan kelanjutan dari pengembangan kapabilitas kapal selam nasional yang telah dirintis PT PAL lebih dari satu dekade. Dengan percepatan jadwal First Steel Cutting dari September menjadi Juli 2026, PT PAL dan Naval Group merencanakan pembangunan 2 kapal selam dapat selesai pada tahun 2033.

Wiranto
Project Director pembangunan Kapal Selam Scorpene Laksamana Muda (Purn.) Wiranto. (Foto: Dok. Humas PT PAL Indonesia)

Saat ini, PT PAL dan Naval Group sedang membangun 2 unit kapal selam Scorpene secara mandiri dan keseluruhan dibangun di fasilitas PT PAL, atau disebut dengan Whole Local Production. Dengan skema produksi bersama ini, teknologi yang dikuasai adalah keahlian produksi secara utuh, pemeliharaan, dan perbaikan.

Kapal selam Scorpene sendiri memiliki spesifikasi yang modern. Kapal buatan Naval Group ini mampu melaksanakan operasi sampai 80 hari, teknologi energi sistem terbaru untuk kapal selam konvensional, mode stealth (siluman), baterai lithium-Ion, peningkatan kemampuan sonar.

Scorpene yang mampu membawa 18 total jenis senjata dilengkapi dengan sub-missile (SM39), SUBTIC combat system, dan torpedo. Naval Group juga mengonfirmasi, Scorpene akan mampu menembakkan generasi lanjutan Exocet, SM 40 yang saat ini sedang dikembangkan.

Dengan kehadiran Scorpene sebagai alutsista baru Indonesia, Indonesia kini masuk ke dalam anggota Scorpene Club bersama Chile, Brazil, dan Malaysia.

Baca Juga: TNI Pastikan Pilot Pesawat PT AMA Asal AS Dibunuh OPM Pimpinan Elkius Kobak

Efek Domino Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Menteri Pertahanan RI pernah menyebutkan bahwa belanja pertahanan tidak boleh dipandang hanya sekadar biaya rutin atau pengeluaran, melainkan sebagai investasi strategis jangka panjang bagi bangsa.

Senada dengan pesan tersebut, Menteri Pertahanan RI periode 2024-2029, Sjafrie Sjamsoeddin, juga mengungkapkan mengenai penguatan perekonomian melalui program Defense Support Economy.

Berkaca dari ungkapan tersebut, pembangunan 2 kapal selam Scorpene tentu menjadi bagian mendukung “defence support economy”. Pasalnya dengan pembangunan kapal selam Scorpene, PT PAL Indonesia bisa menyerap ribuan tenaga kerja.

“Pasti penyerapan akan terealisasi,” ujar Diana.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.