Kepastian pembelian peluru kendali (rudal) antikapal Exocet SM39 untuk dua unit kapal selam Scorpene Evolved milik TNI AL diprediksi baru rampung pada awal 2027. Produsen pertahanan asal Prancis, MBDA, menyebut kepastian kontrak pengadaan senjata tersebut sepenuhnya mengikuti ritme keputusan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Jadi, program kapal selam Scorpene ini adalah kelanjutan dari program kapal selam Nagapasa Class yang sudah pernah dijalankan oleh pemerintahan Indonesia melalui PT PAL Indonesia.
PT PAL Indonesia membuka akses bagi media nasional untuk menyaksikan langsung progres pembangunan Kapal Selam Scorpene Republik Indonesia (SRI) di galangan Surabaya, Kamis (2/7).
Nama Kolonel Laut (P) Widya Poerwandanu, mencuat dalam daftar mutasi besar-besaran TNI yang ditetapkan Panglima Jenderal Agus Subiyanto melalui Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tertanggal 15 Desember 2025.