Kapal Perang TNI AL Berpartisipasi Dalam Multilateral Naval Exercise Milan 2022

Jakarta, IDM - Kapal Perang milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) KRI Raden Eddy Martadinata (REM)-331 bersama dengan puluhan kapal perang jenis Frigate dan Destroyer dari berbagai negara terlibat dalam pelatihan Multilateral Naval Exercise Milan 2022.
Koarmada I Satgas Multilateral Exercise Milan 2022 KRI RE Martadinata-331 mengikuti pelaksanaan Latihan Miscex 805 (RAS) dalam rangka melatih personil dalam Pembekalan Ulang antara KRI REM-331 dengan Kapal Angkatan Laut India INS Shakti di daerah Latihan di Laut India, Rabu (2/3).

Latihan kali ini dibawa kendali Dansatgas Milan 2022, Kolonel Laut (P) Wawan Trisatya yang sehari-hari menjabat Dansatkor Koarmada I.
Latihan bersama multilateral Milan 2022 ini sangat bermanfaat bagi peningkatan profesionalisme prajurit matra laut dan tentunya mempererat persahabatan para pelaut di dunia, tegas Komandan KRI REM-331 Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz.

Misi diplomasi juga diemban KRI REM-331 sebagai salah satu kekuatan maritim Indonesia yang hadir di laut dan turut berkontribusi pada perdamaian dunia bersama negara-negara sahabat. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































