Kapal Bantu Rumah Sakit TNI AL Bawa Bantuan Medis ke Papua Nugini

Jakarta, IDM – Kapal bantu rumah sakit KRI Wahidin Sudirohusodo-991 yang membawa satgas Port Visit 2026 sandar di Port Moresby, Papua Nugini, Minggu (25/10). Kedatangan armada TNI AL ini langsung disambut oleh jajaran pejabat pemerintah, petinggi militer, kedutaan besar RI, dan warga lokal.
Sejumlah pejabat penting tampak hadir di pelabuhan untuk menyambut rombongan. Mereka adalah Sekretaris Kesehatan Departemen Kesehatan Nasional Papua Nugini Pascoe Kase, Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Papua Nugini Brigjen Opa Lari, serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Papua Nugini Okto Dorinus Manik.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Kenang Laksamana Widodo AS sebagai Perwira yang Mengabdi di Dua Zaman
Usai penyambutan, prajurit menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa peralatan X-ray. Brigjen Opa Lari menerima secara simbolis bantuan medis tersebut. Para tamu undangan kemudian meninjau fasilitas kesehatan serta mengikuti kegiatan open ship di atas kapal untuk melihat langsung kemampuan medis TNI AL.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menegaskan, bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian prajurit matra laut dalam merajut persahabatan antarnegara.
"Kegiatan yang melibatkan personel Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 dengan KRI Wahidin Sudirohusodo-991 tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan kebutuhan pokok, material bangunan, perlengkapan ibadah, serta sarana olahraga dan fasilitas pendukung masyarakat," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (26/10).
Baca Juga: Terima Brevet Korpasgat, KSAL Disahkan jadi Warga Kehormatan Pasukan Elite TNI AU
Tunggul menambahkan, kebersamaan di lapangan merefleksikan kuatnya ikatan kekeluargaan antara prajurit TNI AL dan warga di negara sahabat.
"Selain menyerahkan bantuan, personel satgas bersama warga setempat bergotong royong melaksanakan renovasi fasilitas umum. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat persahabatan dan kepedulian yang terjalin antara prajurit TNI AL dan masyarakat di kawasan Pasifik," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































