Kadispenad Ungkap Kasus Penembakan di Kampung Aimasi Papua

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menyampaikan saat ini oknum TNI AD yang melakukan penembakan pada saat resepsi pernikahan di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat telah diamankan dan diproses secara hukum, Senin (6/6).
“Terduga pelaku saat ini sedang menjalani proses hukum di Pomdam Kasuari. Pemeriksaan awal sudah dilakukan terhadap yang bersangkutan dan beberapa saksi. Tapi, hingga kini masih terus dilakukan pengembangan untuk mengumpulkan bukti. Jika benar melanggar, akan langsung diproses sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku,” ujar Tatang.
Tatang juga menambahkan bahwa Polisi Militer Kodam (Pomdam) Kasuari bertindak cepat setelah mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut. Selain itu, Tatang juga mengatakan bahwa pelaku berinisial AFTJ langsung diamankan di Pomdam Kasuari untuk diproses secara hukum.
Tatang juga menegaskan bahwa KSAD tidak akan mentolerir setiap pelanggaran hukum yang melibatkan anggota TNI AD, jika sampai terjadi anggota tersebut akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Mekanisme hukum di TNI AD akan dijalankan sesuai prosedur dan transparan, artinya tidak ditutup-tutupi. Kita ikuti arahan Bapak Kasad terkait penegakan hukum di militer,” terang Tatang.
Kemudian, Tatang juga mengungkap bahwa oknum TNI AD yang berinisial AFTJ dan berpangkat Sertu itu diduga menjadi tersangka dalam kasus penembakkan yang melukai dua orang korban yakni adik iparnya sendiri yang berinisial RIB serta seorang anggota TNI AD berinisial B.
Kronologi penembakan tersebut dipicu saling senggol saat hiburan dangdutan digelar usai repsepsi. Kemudian terjadilah keributan antara pelaku dan korban hingga terjadi penembakan.
“Korban RIB meninggal dunia di Puskesmas Prafi akibat luka tembak di bagian dada kiri. Sementara Sertu B yang mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri, saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Manokwari,” tutup Tatang. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































