HANKAM

Kadispenad Minta Maaf Oknum Perwiranya Lawan Arah di Tol MBZ

Kadispenad Brigjen TNI Hamim Tohari
Kadispenad Brigjen TNI Hamim Tohari saat memberikan keterangan ke awak media. (IDM/Ronald)

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari mengungkapkan permintaan maafnya menyusul kejadian oknum TNI AD Lettu Kavaleri GDW (29) yang memutar balik dan lawan arah sehingga menyebabkan kecelakaan di Tol MBZ, Sabtu, (9/9) kemarin.

"Itu yang terjadi kemarin memang sangat disayangkan kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang dilakukan salah satu oknum perwira kami kemarin di Tol MBZ yang memutar balik (lawan arah) sehingga mengakibatkan kecelakaan," kata Hamim di sela-sela acara "Coffe Morning Kadispenad dengan Awak Media" di Mabesad, Rabu, (13/9).

Baca Juga: TNI AU Gelar Pendidikan dan Pelatihan Crew Resources Management untuk Awak Pesawat

Kadispenad mengaku sebelumnya pihaknya memang sudah meminimalisir akan kejadian ini misalnya dalam proses rekrutmen sudah melakukan proses penyaringan. Sebagai informasi penyebab kejadian karena Lettu Kav GDW memiliki riwayat penyakit dan kondisi psikologis yang tidak sehat dan sedang dalam pengawasan satuan.

"Itu supaya potensi-potensi yang bisa mengarah yang bisa menimbulkan masalah di kemudian hari bisa kita atasi dari awal. Tapi memang tidak ada jaminan juga bisa saja bahwa hari ini sehat besok tidak sehat," kata Hamim.

Baca Juga: Sambut HUT TNI ke-78, TNI AD Akan Gelar Pameran Hingga Lomba Jurnalistik

Untuk proses hukum kedepannya, lanjut Hamim saat ini masih didalami oleh Pomdam Jaya.

"Berbagai kemungkinan yang menjadi penyebab bisa terjadi, apakah ada pengaruh alkohol dan lain-lain, ini sedang dalam pendalaman memang ada kemungkinan dari keterangan sementara sebelum itu ada mengonsumsi obat medis terkait kondisi psikisnya tapi ini sedang didalami apa betul itu atau yang lain-lain. Karena kita harus mengusut ini dengan tuntas juga jangan sampai nanti terulang ke yang lainnya. Masalahnya yang secara pasti itu jenis apa yang dikonsumsi akan disampaikan setelah proses di Pomdam Jaya," kata Hamim. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.