Kadislitbangad: Penyerahan Sertifikat Merupakan Upaya Dapatkan Material Berkualitas

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama menyerahkan sertifikat hasil verifikasi data Spektek perpanjangan sertifikat uji coba produk Thermal Weapon Stand Alone TWS-3050, Thermal Weapon Sight Clip On CTS-230, Night Vision Monocular PBS-14 dan Advance Night Vision Monocular PVS-14C merk GSCI kepada Direktur PT. Jala Berikat Nusantara Perkasa di Madislitbangad, Jakarta Timur, Senin (7/3).
Penyerahan sertifikat tersebut merupakan upaya untuk tetap mendapatkan materiel berkualitas bagus dengan menilai data optik tersebut keakuratan dan kelayakan masih sesuai dengan hasil uji coba beberapa waktu yang lalu (tahun 2016) dan tetap layak serta lulus uji sehingga berhak untuk mendapatkan kembali sertifikat tersebut.
Perpanjangan sertifikat tersebut menurut Terry sudah sesuai dengan sasaran baik dari hasil data segi aspek konstruksi dan perlengkapan, aspek kemampuan, aspek kelancaran kerja dan aspek insani dari keempat alat optic itu. Walaupun penilaian metode yang digunakan melalui pengamatan dan pemaparan untuk setiap mata uji dari aspek konstruksi dan perlengkapan, aspek kemampuan, aspek kelancaran kerja dan aspek insani, dan menggunakan teknik uji tipe masih sesuai dengan tolok ukur dan sesuai dengan Naskah Syarat-Syarat Tipe (SST) yang telah ditetapkan.
“Pemberian sertifikat atas perpanjangan sertifikat Thermal weapon ini merupakan alat bidik teropong yang dapat digunakan pada senjata sniper AX 13 kaliber 7,62 mm dan senapan serbu SS2 V1 (5,56 mm) sedangkan Advance night vision monocular PVS 14 C digunakan di NVG Helmet, yang dipasang di NVG helmet masih layak dan lulus uji untuk mendapatkan sertifikat kembali,” ujar Terry.
Terry mengatakan, pemberian sertifikat atas perpanjangan sertifikat uji coba merupakan bentuk komitmennya dalam setiap kali menilai dan memberikan sertifikat maupun memperpanjang sertifikat tersebut agar materiel yang dimiliki TNI AD memiliki kualitas yang bagus sepanjang masa bukan hanya sesaat.
“Kami meyakini bahwa sertifikat yang diberikan kendati memiliki batas waktu, tetapi tetap kami tinjau ulang kelayakan atas pemberian sertifikat sehingga perpanjangan dengan memverifikasi data Spektek, Thermal Weapon Stand Alone TWS-3050, Thermal Weapon Sight Clip On CTS-230, Night Vision Monocular PBS-14 dan Advance Night Vision Monocular PVS-14C merk GSCI tahun 2016,” jelas Terry.
Kendati sudah 5 tahun yang lalu, tambahnya sertifikat tersebut dapat diperpanjang untuk menunjukan bahwa kondisi real materiel hasil uji masih sesuai dengan spekteknya atau tidak mengalami perubahan. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































