Kabar Gembira, Uang Lauk Pauk Prajurit Akan Naik dari Rp88 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Jakarta, IDM - Kabar gembira untuk prajurit TNI, uang lauk pauknya akan bertambah dari sebelumnya Rp88 ribu akan menjadi Rp200 ribu. Hal ini diungkapkan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat acara Sertijab KSAD di Mabesad, Jumat, (1/12/2023).
"Sesuai visi dan misi saya, TNI yang profesional tentunya kita harus well-paid (dibayar dengan baik)," kata Agus.
Baca Juga: KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Siap Ikut Misi Kemanusiaan Perdana Lintas Samudra ke Palestina
Ia melanjutkan bahwa telah menyampaikan kepada pemerintah soal
kesejahteraan prajuritnya. Menurutnya bahwa uang lauk pauk prajurit itu masih di bawah, Rp88 ribu, kalau dibandingkan dengan Polri itu sangat jauh, Polri sudah Rp200 ribuan.
"Alhamdulillah dua hari yang lalu saya menguti rapat dengan bapak Presiden diikuti oleh Menteri Keuangan dan Bappenas, Menteri BUMN, dan Kapolri, Saya menyampaikan bahwa uang lauk pauk prajurit itu masih di bawah kalau dibandingkan dengan Polri dan beliau menyetujui," kata Agus.
Baca Juga: Panglima TNI Pimpin Sertijab KSAD
Ia pun berharap sebelum tahun 2024 uang lauk pauk ini sudah terealisasi.
"Mudah-mudahan terealisasi untuk ULP bisa disamakan dengan Polri, ya," kata Agus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































