Kabais TNI Serahkan Jabatan Buntut Kasus Penyiraman Personel Bais ke Aktivis KontraS

Jakarta, IDM – Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya pada hari ini, Rabu (25/3), buntut dari kasus penyiraman air keras oleh sejumlah personel Bais TNI ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Penyerahan jabatan Kabais TNI dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Puspen TNI, Rabu (25/3) petang.
Baca Juga: Kisah Prajurit TNI AD Membangun Jembatan Gantung di Desa Terpencil Kabupaten Nias
“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” kata Aulia di kantor Puspen TNI, kompleks Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Namun, Aulia enggan mengelaborasi pernyataan tersebut, termasuk sosok pengganti Yudi Abrimantyo.
Sejauh ini, empat personel dari Detasemen Markas (Denma) Bais TNI terlibat dalam penyiraman terhadap Andrie Yunus di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, 12 Maret lalu.
Baca Juga: Tak Pernah Lelah, Prajurit TNI AD di Papua Beri Layanan Kesehatan Langsung ke Rumah Warga
Keempat personel tersebut antara lain Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, yang telah ditahan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
“Sampai saat ini, proses penyidikan terhadap empat personel yang diduga melakukan penganiayaan (penyiraman) kepada saudara Andrie Yunus sedang berjalan. Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan,” kata Kapuspen TNI, Senin (23/3). (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































