HANKAM

Kisah Prajurit TNI AD Membangun Jembatan Gantung di Desa Terpencil Kabupaten Nias

Potret jembatan gantung
Potret jembatan gantung di Desa Ononamolo III, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara yang selesai dibangun. (Foto: Dok. Kodam I/BB)

Jakarta, IDM – Hari ini, Rabu (25/3), prajurit TNI AD dari Kodim 0213/Nias Bersama Yonif TP 903/BS berhasil merampungkan pekerjaan pembangunan jembatan gantung di Desa Ononamolo III, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatra Utara.

Dilansir dari keterangan Penkodam I/Bukit Barisan (BB), penyelesaian pekerjaan jembatan ini tak hanya dilakukan prajurit tetapi dibantu masyarakat. Potret gotong royong ini jadi pemicu selesainya jembatan tepat waktu.

Baca Juga: Tak Pernah Lelah, Prajurit TNI AD di Papua Beri Layanan Kesehatan Langsung ke Rumah Warga

Jembatan tersebut memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter menghubungkan Desa Ononamolo lll dengan Desa Hilidaura. Jembatan dibangun untuk mempermudah akses masyarakat yang selama ini harus menyeberangi sungai saat keluar masuk kampung.

Personel Kodim 0213:Nias dan Yonif TP 903:BS.
(Foto: Dok. Kodam I/BB)

Dijelaskan bahwa sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Warga biasanya menyeberang dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua, sehingga cukup berisiko terutama saat debit air sungai meningkat. Bahkan ketika banjir terjadi, akses keluar masuk kampung kerap lumpuh total karena masyarakat tidak dapat menyeberangi sungai.

Personel Kodim 0213:Nias dan Yonif TP 903:BS.
(Foto: Dok. Kodam I/BB)

Baca Juga: Baca Juga: Patut Dicontoh! Prajurit TNI Kembalikan Tas Berisi Ribuan Dolar Milik Pemudik

Pekerjaan pembangunan jembatan meliputi tahapan persiapan survei, pembangunan struktur bawah atau pondasi, pembangunan struktur atas menara, pemasangan kabel utama dan kabel penggantung, pemasangan lantai jembatan hingga tahap penyelesaian berupa finishing serta pengecatan. Saat ini pembangunan telah rampung dan jembatan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung oleh Kodim 0213/Nias merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan rampungnya jembatan tersebut, diharapkan akses transportasi warga menjadi lebih mudah dan aman sehingga aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat di wilayah tersebut dapat berjalan lebih lancar. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.