JS Kumano Tiba di Jakarta, Gencar Promosi Fregat Mogami?

Jakarta, IDM - Saat ini kapal perang Jepang JS Kumano (FFM-2) tengah sandar di Jakarta, sejak Selasa (9/5). Selama tiga hari ke depan, fregat kelas Mogami itu melakukan sejumlah kegiatan bersama TNI AL, salah satunya technical meeting bersama PT PAL dan Mitsubishi Heavy Industries.
Dikutip dari keterangan Dispen Lantamal III, Kamis (11/5), kapal yang dikomandani Commander Sakurai Atsushi itu berlabuh di dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta. Kedatangan JS Kumano disambut oleh Wakil Komandan Lantamal III Jakarta Kolonel Laut (P) Whisnu Kusardianto.

Sebelumnya, melansir dari laman Kemhan RI, pada Maret 2021 lalu pemerintah Indonesia dan Jepang menjalin kesepakatan pengalihan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan teknologi pertahanan.
Baca Juga: Kopasgat Terjunkan Tim Antidrone dalam Pengamanan VVIP KTT ASEAN 2023
Meskipun jenis dari teknologi dan persenjataan militer yang dimaksud tidak disebutkan dalam perjanjian, namun kerja sama tersebut bakal memberikan peluang Jepang untuk menjual fregat Mogami. Kendati demikian, hingga saat ini masih belum ada sinyal jelas terkait kelanjutan dari rencana tersebut.
Mengutip dari Military Leak, Mogami adalah multi-mission stealth frigate atau fregat berkemampuan siluman. Kemudian, Naval News juga menjelaskan, kapal tersebut tergolong dalam fregat kelas berat. Hal itu terlihat dari ukurannya yang besar dengan panjang 133 meter dan lebar 16 meter serta berat penuh mencapai 5.500 ton.

Kapal yang dapat melaju hingga kecepatan 30 knots ini dilengkapi dengan persenjataan berat, seperti meriam laut Mk-45 Mod 4 kaliber 127 mm pada bagian depan kapal. Meriam ini secara aktif mampu mengeksekusi target udara, permukaan, bahkan darat.
Baca Juga: 154 Siswa Perwira dan Bintara Terima Pembaretan dan Brevet Peralatan
Selain meriam, dua kanon CIWS dan satu SeaRAM-RIM 116 Rolling Airframe Missile ditempatkan di atas hanggar. Kemudian, ada dua kanister yang dapat dibawa delapan unit rudal anti-kapal Type 17, serta 16 peluncur rudal hanud dalam Mk-41 Vertical Launch System (VLS).
Terdapat pula torpedo ringan Type 12 kaliber 324 mm dan beragam perlengkapan untuk misi menebar ranjau. Fregat Mogami dibekali deck dan fasilitas hanggar helikopter anti-kapal selam sekelas SH-60L. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































