Jenderal Ini Terkesima pada Robot Kalajengking Penjinak Bom

Jakarta, IDM - Jenderal bintang dua lulusan Akmil 1992 dari kecabangan Infanteri yang juga Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo terkesima saat melihat inovasi teknologi tepat guna penjinak bom bernama Robot Kalajengking.
Menurutnya Robot Kalajengking yang dibuat perusahaan lokal PT. Anugerah Nityasa Prabawa ini bisa menjadi kemandirian militer.
"Saya sangat intens terhadap teknologi maka hari ini dilakukan peninjauan langsung terhadap inovasi Robot Kalajengking ini," kata Pangdam III/Siliwangi yang mengunjungi perusahaan lokal tersebut di Jl. Mega Murni No. 5 Sukaraja Kota Bandung Jabar, Senin (20/3).
Baca Juga: E-pipakabel: Sistem Digitalisasi untuk Pengelolaan Pipa Kabel Bawah Laut
Sementara itu, Engineering Electro dan Manager PT. Anugerah Nityasa Prabawa, Bayu menjelaskan bahwa Robot Kalajengking mempunyai fungsi sebagai alat pendeteksi bom yang dapat mengangkat beban 75 kg, dengan cara kerja yang dikontrol menggunakan Ground Control Station (GCS).
“Robot ini memiliki spesifikasi roda 6 pcs, motor roda 6 pcs, actuator 5 pcs, camera 6 pcs, GCS 1 pcs, Charger 2 pcs, VR 1 pcs, camera infrared 1 pcs, Radius ARM 2 meter, beban angkat 75 kg, Radius sinyal Radio 200 meter dan Battery 24V 100AH,” jelas Bayu.
Dimensi Robot Kalajengking memiliki lebar 725 mm, panjang 1520 mm, height 1150 (posisi lipat/transport), berat 275 kg, jangkauan vertikal 2.560 mm (tanpa muatan), jangkauan horisontal 1.650 mm (tanpa muatan) dan daya angkat maksimum 35 kg.
Baca Juga: Mengenal Ranpur Badak Varian Skyranger Penjaga Udara Indonesia
Performa robot tersebut mempunyai kecepatan 0.9 meter/detik, daya 2 x Baterai 100 Ah 12 volt DC, halang rintang dengan rintangan 20 cm dan total sudut tanjakan 45°, Kamera 4 buah, ketahanan operasi 5 Jam (tidak kontinyu bergerak), manipulator kombinasi aktuator elektro-hidrolis, jarak kendali dan video 200 m.
Untuk kendali menggunakan Prosesor ROV Arm Cortex 32 Bit, konsol pengendali Dell Rugged Core i7 Touchscreen, Tactile input 12 Channel, Radio Tx 802.11/UHF Serial, Video Tx UDP (4x Switchable channels). (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































