Jenazah Pilot-Kopilot Pesawat Bonanza TNI AL Ditemukan Duduk Terikat Seatbelt

Jakarta, IDM - TNI AL berhasil mengevakuasi jenazah pilot dan kopilot pesawat udara jenis G-36 Bonanza T-2503 di kedalaman laut 14 meter, Selat Madura, Kamis (8/9), sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, menjelaskan jenazah Pilot Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady dan Kopilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila, masih berada di dalam bangkai pesawat yang jatuh pada Rabu kemarin.
"Sudah dievakuasi ke RS TNI AL Surabaya. Untuk bangkai pesawat juga diangkat KRI Soputan-923," kata Yudo saat konferensi pers di Mabesal, Jakarta.
Sebelumnya, proses evakuasi sempat mengalami kesulitan untuk mengangkat kedua jenazah yang masih duduk di kursi kokpit dan terikat seatbelt. Selain itu, posisi badan pesawat dalam keadaan terbalik. Pun, cuaca kala itu hujan deras dan arus laut sangat besar.
"Sehingga saya perintahkan kemarin tunda dahulu (evakuasi) untuk dilanjutkan pagi tadi. Alhamdulillah, semuanya bisa diangkat," ungkap Yudo.
Berdasarkan hasil sementara SAR, pesawat latih TNI AL yang jatuh tenggelam di laut itu, ditemukan satu pintu bagian kanan pesawat, satu buah headset milik kru, sumber atau gelembung minyak pada garis koordinat lokasi. Selain itu, ditemukan pula kontak bawah air Bonanza T-2503 dari sonar KRI Pulau Rupat-712, kondisi pesawat terbalik dan rusak berat.
Yudo menegaskan, proses evakuasi dinyatakan selesai dan kini tengah menunggu hasil tim investigasi untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat latih TNI AL tersebut. "Kami semua turut berduka cita berbelasungkawa, dan ini tentu menjadi evaluasi, khususnya di Pusat Penerbangan AL (Puspenerbal) untuk mengevaluasi supaya tidak terjadi hal serupa di kemudian hari," tegasnya.
Pilot Judistira dan Kopilot Dendy, sebelumnya juga menjabat sebagai Wakil Komandan (Wadan) Pesud 2 Flight II Ron 200 dan Wadan Pesud 1 Flight II Ron 600. Kini, jenazah mereka disemayamkan di Wisma Perwira Juanda dan akan dimakamkan di Wisma Perwira Juanda, Jumat (9/9) di Taman Makam Bahagia TNI AL Ds. Gisik Gebang, Sidoarjo.Jenazah Pilot-Kopilot Pesawat Bonanza TNI AL Ditemukan Duduk Terikat Seatbelt (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































