TEKNOLOGI

Jangan Salah Kaprah, Ini Perbedaan Senapan Serbu AK-47 dan AK-74

AK-47
Ilustrasi AK-47. (Foto: Dok. Kalashnikov Group)

Jakarta, IDM - Banyak orang awam di Indonesia yang masih mengira senapan serbu Kalashnikov AK-47 dan AK-74 adalah senjata yang sama, padahal keduanya berbeda.

Dilansir dari Twitter @RandomWorldWar, Kalashnikov AK-47 adalah senapan serbu yang sangat legendaris atau seri AK pertama yang diadopsi oleh Rusia pada 1949 silam.

"Secara garis besar ada lima varian, tipe 1, 2, 3 AK-47, AKS-47, AKN/SN-47, dan AKM, kaliber 7.62x39mm," katanya, dikutip Jumat (26/5).

Baca Juga: Sertu Urip Priyono Ciptakan Modifikasi Laras Mortir 81 MM

Sedangkan Kalashnikov AK-74 diciptakan untuk menggantikan AK-47, pertama kali diadopsi pada 1974 oleh Rusia dan menghadapi perang pertamanya di Afganistan, melawan kelompok mujahidin.

"Secara garis besar senjata ini ada empat varian, yaitu AKS-74, AK/AKS-74N, AKS-74U dan AK-74M, kaliber 5.45x39mm," sambungnya.

AK-74
Ilustrasi AK-74. (Foto: Dok. Kalashnikov Group)

Awalnya, peluru kaliber 7.62x39mm menjadi khas dari AK dengan stopping power atau daya hantam yang kuat. Namun, Rusia melakukan evaluasi terhadap AK.

Hal itu diarenakan melihat M16 milik Amerika Serikat sukses di Vietnam, hingga akhirnya Rusia memilih peluru kaliber 5.45x39mm dengan performa balistik yang lebih baik di jarak menengah.

Baca Juga: Prajurit Marinir Uji Tembak Pistol Buatan Slovenia, Ini Spesifikasi Arex Zero 2S

Melihat invasi Rusia atas Ukraina yang berlangsung selama setahun ini, pasukan Ukraina memang mendapatkan banyak pasokan senapan serbu dari negara tetangga, tapi AK-74 dan AKS-74 tetap menjadi senapan serbu utama.

"Ak-74 dan AKS-74 lebih banyak digunakan daripada senapan lain sejak fase awal invasi," katanya.

Begitu pula dengan Rusia, senapan serbu AK-12 yang akan menjadi standard service assault rifle, tapi nyatanya terlihat lebih banyak Kalashnikov AK-74M original maupun modifikasi di tangan pasukan Rusia dan milisi mereka. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.