Jaga Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik, KSAL Lakukan Pertemuan Bilateral dengan AL Singapura dan AS

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali melaksanakan pertemuan bilateral dengan para pimpinan angkatan laut negara sahabat, saat menghadiri undangan 9th Singapore Airshow 2024 di Changi, Singapura, Selasa (20/2).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (22/2), Ali bertemu dengan KSAL Singapura Laksamana Muda Sean Wat Jianwen untuk membahas peningkatan kerja sama dengan TNI AL danmembahas implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement).

Baca Juga: Eks Danrem 012/Teuku Umar Jabat Danjen Kopassus
Selain itu, Ali juga berkesempatan bertemu dengan Kepala Staf Program Internasional Angkatan Laut AS atau Navy International Program Office (NIPO) Laksamana Muda Anthony Rossi.
Ali bersama Rossi membahas peningkatan kerja sama TNI AL dan Angkatan Laut AS atau US Navy.
Baca Juga: Pesawat Tempur F-16 hingga T-50i Golden Eagle Lanud Iswahjudi Lakukan Hot Pit Refuelling, Apa Itu?
Kehadiran Ali dalam event 9th Singapore Airshow 2024 dan pertemuan bilateral dengan angkatan laut negara-negara lainnya, menegaskan pentingnya peran TNI AL dan angkatan laut negara sahabat dalam menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































