Jabatan Dua Komandan Kapal Cepat Rudal Koarmada II Berganti

Jakarta, IDM – Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmada II Kolonel Laut (P) Agus Setyawan, memimpin serah terima jabatan dua komandan kapal cepat rudal (KCR), Surabaya, Kamis (19/12).
Adapun kedua KCR tersebut adalah KRI Sampari-628 yang semula dijabat Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, diserahkan kepada Letkol Laut (P) Eko Darmawan.
Baca Juga: Dua Perwira TNI AU Berhasil Rampungkan Pendidikan Squadron Office School di Amerika Serikat
Sedangkan komandanKRI Hiu-634 dari Letkol Laut (P) Hotbinsat Hutabarat diserahkan kepada penggantinya Kepada Mayor Laut (P) Andy Ribuantoro.

Agus mengatakan serah terima jabatan dalam suatu organisasi pada hakikatnya memberikan kesempatan terjadinya proses regenerasi dan pengembangan karier.
"Untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas kinerja personel sesuai peran, tugas, dan fungsinya," kata Agus, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (20/12).
Baca Juga: Panglima TNI Apresiasi Kinerja Babinsa Kodam IV/Diponegoro
Pada kesempatan tersebut, Agus mengucapkan terima kasih kepada komandan unsur yang lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Satkat Koarmada II.
"Saya yakin dengan kemampuan dan pengalaman yang saudara miliki, akan banyak memberikan kontribusi positif bagi kapal perang yang dipimpin pada khususnya serta Satkat Koarmada II pada umumnya," ucapnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































