HANKAM

Dua Perwira TNI AU Berhasil Rampungkan Pendidikan Squadron Office School di Amerika Serikat

Priandaru dan Farico
Kapten Pnb Priandaru A.N dan Kapten Nav Farico S.W. Krisnantha berhasil menyelesaikan pendidikan Squadron Officer School (SOS) Class 25A di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kapten Pnb Priandaru dan Kapten Nav Farico merupakan dua perwira menengah (Pamen) TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang berhasil menyelesaikan pendidikan Squadron Officer School (SOS) Class 25A di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat (AS).

Dalam kesehariannya, Kapten Pnb Priandaru A.N. bertugas di Skadron Udara 17, sementara Kapten Nav Farico S.W. Krisnantha berasal dari Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga: Dua Srikandi Jadi Lulusan Terbaik Perwira TNI AD, Ini Nama-namanya

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (20/12) menjelaskan, kedua Pamen TNI AU tersebut mengikuti rangkaian kegiatan dan tantangan yang dirancang untuk mengasah kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan adaptasi melalui kegiatan Project-X, Commandant Challenge dan Agile Combat Employment Wargame selama berada di SOS, Amerika Serikat.

Priandaru dan Farico
Salah satu perwira menengah TNI AU yang berhasil menyelesaikan pendidikan Squadron Officer School (SOS) Class 25A di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat. (Foto: Dok. Dispenau)

“Partisipasi perwira TNI AU dalam program ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan profesionalisme personel, yang sejalan dengan tekad Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dengan mengusung nilai-nilai AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, Humanis),” tambah Dispenau.

Baca Juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, Yonarmed 12 Tanam 1.000 Pohon Sukun

Dalam konteks yang lebih luas, keikutsertaan Kapten Pnb Priandaru dan Kapten Nav Farico menjadi upaya untuk memperkuat hubungan pertahanan di antara Indonesia dengan Amerika Serikat, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Program pendidikan SOS Class 25A diikuti oleh sebanyak 619 peserta yang berasal dari United States Air Force (USAF) dan United States Space Force (USSF), sementara 34 perwira lainnya merupakan perwira angkatan udara internasional dari 27 negara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.