Inilah Profil Iwan Setiawan Danjen Kopassus yang Baru

Jakarta, IDM - Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Iwan Setiawan ditunjuk menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD), untuk menggantikan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Widi Prasetijono.
Penunjukkan tersebut telah tertuang pada keputusan Panglima TNI Nomor Kep/271/III/2022 terkait pemberhentian dan pengangkatan Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam keputusan Panglima tersebut ada 113 perwira tinggi yang mengalami mutasi, rotasi dan promosi.
Pergantian tongkat komando orang nomor satu di Korps Baret Merah, juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Tatang Subarna. Tatang mengatakan bahwa mutasi tersebut adalah hal yang wajar dan diperlukan regenerasi, serta pola pembinaan karier prajurit TNI AD.
Sebelum ditunjuk sebagai Dnajen Kopassus, pernah menjabat sebagai Wakil Asisten Latihan Kepala Staf Angkatan Darat (Waaslat KSAD) Bidang Kerja Sama Militer (Kermamil). Iwan adalah lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari cabang infanteri Kopassus dan pertama kali bertugas di Danyon 22/Grup 2/Kopassus pada 2008 juga pernah menjabat
Pria yang lahir pada 16 Februari 1968 ini sebelumnya menerima mandat untuk bertugas sebagai Wadan Puspadikpassus pada 2012 hingga 2013. Kemudian, Pada 2013 hingga 2014, Iwan mengemban tugas sebagai Danbrigif 22/Ota Manasa. Tetapi, tidak lama kemudian ia dipindah-tugaskan ke Danpusdikpassus pada 2014 hingga 2015. Ia mendapatkan kepercayaan untuk bertugas sebagai Danrindam Jaya pada 2015 hingga 2016. Dan dipindahkan menjadi Danrem 052/Wijayakrama pada 2016 hingga 2018.
Selain itu, Iwan juga pernah menjabat sebagai Pamen Denma Mabesad pada 2018 hingga 2020. Tak hanya itu saja, Ia pernah menjabat sebagai Danrem 173/Praja Vira Braja 2020 hingga 2021.
Penakluk Gunung Everest
Pada 1997, Kopassus mengadakan ekspedisi ke Gunung Everest dan membutuhkan persiapan yang lama dan dana untuk mendaki tertinggi di dunia. Gunung Everest memiliki ketinggian 8.848 mdpl, pada saat pendakian tim dibagi menjadi dua. Masing-masingnya terdiri dari 10 orang yang diberangkatkan ke selatan, dan tim lainnya berjumlah 6 orang dari sisi utara.
Dalam pendakian tersebut, banyak prajurit yang gugur dan Iwan merupakan tiga prajurit Kopassus yang berhasil. Dua pendaki dari Kopassus gagal sampai ke puncak, sedangkan, Kapten Misirin hanya sampai di 16 meter sebelum titik puncak. Iwan hanya sampai di titik 30 meter sebelum puncak. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































