HANKAM

Ini Rute Penerbangan Pesawat Hercules TNI AU yang Membawa Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina

Pesawat Hercules
Pesawat Hercules C-130 TNI AU yang mengangkut bantuan kemanusiaan Indonesia saat singgah di India. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Sebanyak 2 unit pesawat Hercules C-130 TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan untuk mengangkut puluhan ton bantuan kemanusiaan Indonesia untuk rakyat Palestina.

Kedua pesawat TNI AU itu masing-masing berasal dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta (A-1327) serta Skadron Udara 31 Lanud Abdulrachman Saleh Malang (A-1328). Dari total bantuan seberat 51,5 ton, pesawat TNI AU ditugaskan untuk membawa 26 ton bantuan, sementara sisanya diangkut dengan satu pesawat sewaan, Kargo Duk Polri.

Bantuan yang diangkut pun beragam, meliputi bahan makanan, alat medis, selimut, tenda, dan barang-barang logistik lainnya yang telah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Gaza.

Baca Juga: Dubes Palestina Sebut Beasiswa dari Prabowo Bantuan yang Signifikan

Keberangkatan dua pesawat Hercules TNI AU dilepas langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (4/11). Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan jika pengiriman bantuan kemanusiaan ini menjadi wujud solidaritas dan kepedulian Indonesia. "Saya ingin menekankan kembali bahwa Indonesia akan terus bersama perjuangan bangsa Palestina," ujar Jokowi.

Pesawat Hercules
Pesawat Hercules C-130 TNI AU yang mengangkut bantuan kemanusiaan Indonesia saat singgah di Myanmar. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Untuk mengirim bantuan kemanusiaan ini, pesawat TNI AU dilaporkan harus transit terlebih dahulu di beberapa negara untuk akhirnya tiba di Mesir, sebagai lokasi penurunan bantuan. Melansir keterangan TNI AU, pesawat Hercules take off dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh. Setelah itu, pesawat terbang menuju Yangon, Myanmar, untuk melakukan pengisian bahan bakar (refuelling) dan tiba di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, India, Sabtu (6/11), untuk bermalam sebelum melanjutkan penerbangan.

Baca Juga: KSAD: Jika Prajurit TNI AD Ikut Berpolitik Akan Ditindak Pidana dan Disiplin

Keesokan harinya, pada Minggu (7/11), pesawat-pesawat Hercules ini melanjutkan perjalanan mereka pada pukul 08.00 LT pagi untuk menuju destinasi berikutnya, Abu Dhabi. “Dari New Delhi menuju Abu Dhabi, estimasi penerbangan 5 jam. Penerbangan dilaksanakan dengan penerbang bergantian karena tiap pesawat membawa dua set crew sehingga memungkinkan istirahat cukup,” tulis TNI AU dikutip Senin (6/11).

Pesawat kemudian mendarat dengan aman di Abu Dhabi pada hari yang sama untuk mengisi ulang bahan bakar. Para kru bermalam di Abu Dhabi sebelum melanjutkan perjalanan ke Jeddah, Arab Saudi dan Bandara El-Arish Sinai, Mesir.

Setelah tiba di Mesir, bantuan kemanusiaan yang diangkut oleh pesawat-pesawat ini akan diserahkan kepada Palang Merah Internasional. Palang Merah Internasional akan bertanggung jawab untuk mendistribusikan bantuan ini ke Gaza melalui jalur darat. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.