Inggris Tambah Bantuan Militer ke Ukraina

Jakarta, IDM - Inggris mengatakan akan memberikan tambahan £ 300 juta atau US$ 375 juta untuk bantuan militer ke Ukraina, termasuk peralatan perang elektronik dan sistem radar counter-battery pada, Senin (2/5).
Sejak invasi Rusia pada 24 Februari lalu, Inggris telah mengirim bantuan militer ke Ukraina sekitar 5.000 rudal anti-tank dan lima sistem pertahanan udara juga amunisi dan bahan peledak lainnya.
Rusia menyebut negara-negara NATO terlibat dalam perang proksi dengan menyediakan senjata ke Ukraina, termasuk "operasi khusus" untuk melepaskan senjata dari negara tersebut dan menyingkirkan nasionalisme anti-Rusia yang dikobarkan oleh Barat.
Ukraina dan Barat menyebut Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan untuk merebut wilayahnya, dan mengancam akan berkembang menjadi konflik yang jauh lebih luas.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa Inggris akan menawarkan perangkat night vision yang bertujuan untuk mengganggu navigasi satelit, drone angkat berat untuk memasok pasukan Ukraina, serta mobil lapis baja untuk pejabat sipil.
"Anak-anak dan cucu-cucu anda akan mengatakan bahwa orang-orang Ukraina mengajarkan kepada dunia kekuatan kasar seorang agresor tidak berarti apa-apa terhadap kekuatan moral orang-orang yang bertekad untuk bebas," ucap Johnson dikutip dari Reuters, Rabu (4/5).
Sejauh ini, Pemerintah Inggris telah mengeluarkan 86.100 visa untuk warga Ukraina dan 27. 100 di antaranya telah masuk ke negeri Ratu Elizabeth II. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































