HANKAM

Indonesia Ingin Terjunkan Bantuan ke Gaza Saat Momen Peringatan HUT Ke-80 RI

logistik
Pemerintah melepas pengiriman bantuan logistik bagi warga Jalur Gaza, Palestina. Secara simbolis, bantuan dilepas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/8/2025). RI memberangkatkan 66 personel yang diberi nama Satgas Garuda Merah Putih II. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Indonesia berencana menerjunkan bantuan logistik bagi warga Jalur Gaza, Palestina, saat momen peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 RI pada 17 Agustus mendatang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen Tri Budi Utomo mengatakan, misi bantuan logistik lewat jalur udara atau airdrop tersebut dilaksanakan untuk mewujudkan komitmen kemanusiaan Indonesia.

“(Airdrop) juga bertepatan dengan hari ulang tahun ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia, dan semangat kemerdekaan ini diwujudkan dengan membantu rakyat Palestina yang tengah berjuang dan untuk hidup damai dan merdeka. Inilah yang menjadi fokus kita untuk melaksanakan kegiatan airdrop ini,” kata Tri Budi usai pelepasan satgas di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/8).

Indonesia menyiapkan bantuan logistik 800 ton, berupa makanan hingga selimut yang akan didrop di Amman, Yordania.

Baca Juga: Jet Tempur F-16 dan Helikopter Bakal Ramaikan HUT ke-80 RI di Istana

Kemudian, logistik tersebut akan dijatuhkan lewat metode udara lewat operasi yang dilakukan Indonesia bersama 10 negara lain, termasuk Yordania dan Uni Emirat Arab.

Rencananya, bantuan logistik akan diterjunkan lewat beberapa sortie.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen Tri Budi Utomo
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen Tri Budi Utomo (depan mic). (IDM/Nirmala Maulana)

“Dalam rangka hari ulang tahun (RI), jadi tanggal 17-18 Agustus kita airdrop yang pertama, sortie pertama. Jadi pas ulang tahun kemerdekaan Indonesia, untuk memberikan semangat kemerdekaan dan perjuangan bagi masyarakat Palestina yang ingin perdamaian dan kemerdekaan,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi.

Diketahui, pemerintah melepas pengiriman bantuan logistik bagi warga Jalur Gaza, Palestina. Secara simbolis, bantuan dilepas dari Lanud Halim Perdanakusuma, pada hari ini, Rabu.

Baca Juga: 62 Tahun Korps Wanita TNI AU, KSAU: Wara Memiliki Peran Strategis di Berbagai Bidang

RI memberangkatkan 66 personel yang diberi nama Satgas Garuda Merah Putih II, terdiri dari prajurit TNI, perwakilan kementerian/lembaga terkait, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Operasi akan dilaksanakan selama 12 hari.

Dua pesawat Super Hercules C-130J TNI AU dikerahkan untuk mengirimkan bantuan logistik tersebut. Rutenya Jakarta-Aceh-Mumbai-Abu Dhabi-Amman.

Nantinya, operasi airdrop akan dipimpin oleh Angkatan Udara Yordania atau Royal Jordanian Air Force.

“Tim sudah meninjau titik-titik lokasi dan diinformasikan ada 10 titik yang akan dijadikan titik airdrop,” kata Tri Budi. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.