HUT RI, TNI AL Akan Kibarkan Merah Putih Bawah Laut 10 Meter

Jakarta, IDM - Pada upacara HUT ke-77 RI, TNI AL akan mengibarkan bendera merah putih di bawah laut dengan kurang lebih 10 meter dan dilakukan secara serentak di 77 lokasi seluruh Indonesia.
Secara terpusat, pengibaran bendera merah putih di bawah laut akan dilaksanakan di Pulau Putri, Kepuluan Seribu, Rabu (17/8), dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.
Nantinya, pengibaran bendera merah putih di bawah laut itu terdiri dari inspektur dan komandan upacara, pengibar bendera, peserta upacara serta pengucapan Dirgahayu RI dari bawah laut. Pengibaran bendera bawah laut diikuti 866 penyelam, terdiri dari prajurit TNI AL, TNI–POLRI, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, klub selam, awak media hingga masyarakat.
"Momen pengibaran bendera di bawah laut ini untuk menunjukkan luasnya laut nusantara dengan berjuta kekayaan di dalamnya yang harus tetap terjaga keutuhannya dan menjadi bukti kejayaan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia," ujar Yudo dalam keterangan resmi Dispenal, Senin (15/8).
"Prajurit Jalasena Samudera TNI AL adalah prajurit petarung yang siap menjaga keutuhan dan kedaulatan, dari dasar samudera hingga permukaan laut nusantara, demi kejayaan dan kemakmuran bangsa Indonesia," imbuhnya. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































