HANKAM

HUT ke-77 TNI, Danpussenarmed: TNI Selalu Bersama Rakyat

HUT ke-77 TNI, Danpussenarmed: TNI Selalu Bersama Rakyat
(Dok Penpussenarmed)

Cimahi (IDM) - Komandan Pusat Pusat Kesenjataan Artileri Medan Mayjen TNI Yudhy Chandra menjadi inspektur upacara pada upacara peringatan HUT ke-77 Tentara Nasional Indonesia di Pusdikarmed, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (5/10).

Selaku inspektur upacara, Yudhy membacakan amanat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang menyampaikan bahwa Tentara Nasional Indonesia berdasarkan beberapa survey mendapatkan tingkat kepercayaan masyarakat paling tinggi sebesar 93 persen.

Oleh karena itu, Andika mengimbau kepada seluruh prajurit beserta PNS TNI untuk selalu menjaga kepercayaan masyarakat dengan bertindak dan berucap sesuai dengan tugas pokok TNI.

Untuk itu, Yudhy menegaskan bahwa TNI pada umumnya mengapresiasi dan berterima kasih secara tulus dan ikhlas kepada masyarakat atas kepercayaannya,oleh karena itu TNI akan terus berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya dengan baik secara Profesional,Berkarakter,Adaptif dan Humanis.

“Karena apa yang diraih TNI terjadi karena selalu bersama rakyat sehingga tema saat ini "TNI adalah kita" sudah sangatlah tepat,” ungkap Yudhy. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.