Heroik, Prajurit Kopassus Serka Edi Sutono Selamatkan Nyawa Tentara Filipina di Udara

Jakarta, IDM – Aksi heroik Serka Edi Sutono, prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD menyelamatkan nyawa tentara Filipina di udara diganjar penghargaan.

Dilansir dari keterangan Penkopassus, Senin (28/7) aksi Edi terjadi saat gelaran Latihan Bersama (Latma) Dolphine-XVII/2025 antara Kopassus dan Special Forces Regiment (Airborne) Angkatan Darat Filipina beberapa waktu lalu.
Baca Juga: TNI AL Latih Psikologis 89 Prajurit KRI Bima Suci, Sebelum Berlayar Keliling Dunia
Saat itu, Edi dengan sigap membantu membuka parasut utama Free Fall di ketinggian rendah (Low Altitude) milik SSg Jonathan Sabado, anggota Special Forces Regiment Filipina, yang saat itu tidak dapat terbuka.

Atas keberaniannya ini, Commander of the Special Operations Command, Philippine Army (SOCOM PA), Mayor Jenderal Ferdinand B. Napuli menganugerahkan Military Merit Medal langsung kepada Edi.
Baca Juga: Dua Komandan Kapal Selam TNI AL Berganti
"Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas keberanian dan dedikasi, sekaligus simbol kuatnya solidaritas dan kerja sama antara Kopassus dan Special Forces Regiment (Airborne) Angkatan Darat Filipina," bunyi keterangan Penkopassus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































