TNI AL Latih Psikologis 89 Prajurit KRI Bima Suci, Sebelum Berlayar Keliling Dunia

Jakarta, IDM – Dinas Psikologi TNI AL (Dispsial) memberikan pembekalan dan pelatihan mengenai pengelolaan sumber daya laut atau seafarer resource management kepada 89 prajurit KRI Bima Suci.
Kepala Dinas Psikologi TNI AL (Kadispsial) Laksamana Pertama Wisnu Agung, menyampaikan pelatihan yang digelar di Surabaya, selama 24-25 Juli ini bertujuan menjaga kinerja prajurit KRI Bima Suci agar tetap optimal selama pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2025 yang akan dimulai pada Agustus mendatang.
"Tujuan pelatihan agar prajurit memiliki keterampilan non-teknis seperti kepemimpinan, komunikasi efektif, pengambilan keputusan, pengelolaan stres dan kelelahan, hingga kerja tim solid. Hal ini berperan penting dalam keberhasilan misi diplomasi dan latihan KJK," ujar Wisnu, dikutip dari keterangan Dispsial, Senin (28/7).
Baca Juga: TNI AD Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan dan Alih Teknologi UCAV dengan Baykar Turki
Wisnu menerangkan, prajurit KRI Bima Suci juga berlatih membangun budaya kerja yang bebas dari kekerasan fisik dan mental untuk menjaga moral dan kesejahteraan tim.
"Semoga para peserta dapat menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya laut dalam pembinaan, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, aman, dan kondusif bagi seluruh tim," terangnya.
Adapun TNI AL secara perdana akan melibatkan dua kapal lautnya dalam pelayaran muhibah dan diplomasi KJK 2025, yaitu mengerahkan KRI Bima Suci sekaligus KRI Semarang-594.
Baca Juga: KSAD Terbang ke Turki, Perkuat Alih Teknologi dan Kerja Sama Strategis
Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan masing-masing kapal TNI AL tersebut akan menjalani rute dan waktu tempuh pelayaran yang berbeda.
"(KRI Semarang dan Bima Suci) melaksanakan pelayaran muhibah diplomasi duta bangsa, mendukung kegiatan latihan praktik Kartika Jala Krida taruna AAL tingkat III angkatan ke-72 dan mendukung Asean plus cadet sail 2025," ungkapnya di Jakarta, Kamis (19/6).
Denih memaparkan, KRI Semarang akan berlayar selama 35 hari, yakni 11 Agustus-15 September dengan rute berangkat dari pangkalan di Surabaya (Jawa Timur)–Lombok (Nusa Tenggara Barat)–Timor Leste–Bitung (Sulawesi Utara)–Brunei Darussalam.
Baca Juga: Prajurit Dislambair Koarmada III Kuasai Teknik Selam dengan Alat Semi-Close Circuit
Sementara KRI Bima Suci berlayar lebih lama, yakni 60 hari terhitung dari 1 Agustus-30 September melalui rute Surabaya (Jawa Timur)–Jakarta–Padang (Sumatra Barat)–Penang (Malaysia)–Sattahip (Thailand)–Brunei Darussalam-Tarakan (Kalimantan Utara)–Makassar (Sulawesi Selatan).
"Jumlah taruna AAL yang ikut pelayaran, di KRI Semarang sebanyak 107 orang dan KRI Bima Suci 97 orang beserta 50 kadet Asean dari 18 negara," jelas Denih. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































