HANKAM

Hari Kedua Misi, Satgas Garuda Merah Putih II Salurkan 10,3 Ton Bantuan Gaza dengan C-130J

Bantuan kemanusiaan
Pesawat C-130J Super Hercules TNI AU yang dikerahkan untuk misi airdrop bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Satuan Tugas (Satgas) Merah Putih II kembali menyalurkan 10,3 ton bantuan kemanusiaan berupa logistik dan kebutuhan pokok untuk warga Gaza melalui misi airdrop, Senin (18/8).

Bantuan tersebut diterjunkan dari dua pesawat C-130J Super Hercules. Pesawat angkut itu merupakan bagian dari alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara (TNI AU), yang dioperasikan oleh Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga: Cegah Perompakan Bersenjata, Bakamla RI Terima Kunjungan MARSEC Command Republic of Singapore Navy

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya yang dikutip Selasa (19/8) menjelaskan, kedua pesawat C-130J TNI AU terbang dalam formasi bersama Angkatan Udara Kerajaan Yordania.

Pesawat C-130J Super Hercules
Bantuan kemanusiaan dari Indonesia yang disalurkan untuk warga Gaza melalui misi airdrop dengan pesawat C-130J Super Hercules TNI AU. (Foto: Dok. Dispenau)

“Atas undangan resmi Kerajaan Yordania, TNI bekerja sama dengan mitra internasional dalam menyalurkan bantuan bagi rakyat Gaza. Kehadiran pesawat Super Hercules dengan Merah Putih di langit Yordania membuktikan bahwa semangat Garuda Merah Putih akan selalu mengudara demi kemanusiaan,” jelas Dispenau.

Pada momen peringatan HUT ke-80 RI sehari sebelumnya, Satgas telah berhasil menerjunkan sebanyak 17,8 ton bantuan. Dengan tambahan hari kedua, maka total bantuan yang tersalurkan untuk warga Gaza mencapai 28,1 ton yang setara dengan 136 bundel.

Baca Juga: Prajurit KRI Balongan-908 Latihan Tembak di Laut Pasifik

Misi airdrop ini menjadi wujud nyata atas kepedulian, solidaritas, serta komitmen bangsa Indonesia untuk membantu Palestina. Bagi TNI AU, partisipasi dalam misi ini juga membuktikan kesiapan personel serta alutsista dalam menjalankan operasi lintas negara yang memiliki risiko tinggi.

“Hal ini selaras dengan salah satu program prioritas TNI AU yakni berpartisipasi aktif mendukung kebijakan nasional khususnya pada bidang diplomasi pertahanan dan misi kemanusiaan internasional,” jelas Dispenau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.