HANKAM

Hadapi Perang Multidomain, TNI AD Bedah Konflik Rusia-Ukraina hingga Israel-Iran

Prajurit
Prajurit Batalion Infanteri 763/SBA (Yonif 763/SBA). (Foto: Dok. Kodam Kasuari)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat menggelar diskusi strategis bertajuk "Pelibatan Kecabangan dalam Perang Modern" di Makodiklatad, Bandung, Jawa Barat. Forum akademik ini membedah studi kasus konflik Rusia-Ukraina serta dinamika Israel-Iran sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan doktrin, pendidikan, dan kesiapan operasional TNI AD.

​Dilansir dari keterangan resmi Penerangan Puspenerbad (Penpuspenerbad), Kamis (18/6), Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Danpuspenerbad) Mayjen TNI Mochamad Masrukin, hadir sebagai pemapar utama yang mengulas krusialnya peran unsur udara dalam pertempuran masa kini.
​
Masrukin menjelaskan bahwa karakter peperangan kontemporer telah bertransformasi menjadi operasi multidomain. Operasi ini menuntut integrasi mutlak antara kekuatan darat, udara, siber, ruang angkasa, hingga spektrum informasi.

Baca Juga: TNI AL Kirim 100 Personel ke Italia 10 Juli, Siap Awaki Kapal Induk Garibaldi

​"Kondisi tersebut menuntut seluruh kecabangan TNI AD untuk mampu beroperasi secara terpadu, adaptif, dan didukung teknologi modern guna menciptakan keunggulan di medan operasi," ujar Masrukin.

​Melalui pembelajaran dari berbagai konflik global terbaru, ia menekankan bahwa unsur udara taktis memegang kontribusi yang sangat vital dalam menyokong manuver pasukan darat. Keunggulan seperti mobilitas tinggi, kecepatan respons, kemampuan pengintaian, distribusi logistik, evakuasi medis, hingga dukungan tembakan langsung menjadi faktor penentu di lapangan.

​“Dalam peperangan multidomain, unsur udara taktis TNI AD adalah elemen penentu kemenangan,” tegas Masrukin.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Paparkan Tiga Aspek Penting untuk Para Perwira Siswa Seskoau

​Pernyataan ini sekaligus menegaskan reposisi Penerbangan TNI AD (Penerbad). Korps ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai unsur pendukung (supporting), melainkan telah bergeser menjadi bagian integral (decisive element) yang membangun efek tempur nyata dalam keberhasilan operasi gabungan.

​Melalui forum ini, TNI AD berharap dapat melahirkan berbagai gagasan strategis yang adaptif. Output dari diskusi ini akan langsung diserap untuk memperkuat pengembangan doktrin, kurikulum pendidikan, serta sistem latihan prajurit agar TNI AD semakin siap menghadapi tantangan peperangan masa depan yang sarat teknologi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.