Gubernur Lemhannas Sebut Kajian Revisi UU TNI Masih Tahap Awal

Jakarta, IDM - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto menuturkan perkembangan teranyar terkait kajian revisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Ia mengatakan, kajian revisi UU yang menuai polemik masih di tahap awal.
Andi memaparkan, kajian yang dilakukan pihaknya saat ini masih dalam tahap mempelajari sejumlah materi, khususnya lingkungan strategis, karakter ancaman dan karakter teknologi. Ia menjelaskan, UU TNI akan direvisi apabila ada perubahan signifikan.
Baca Juga: Diikuti Negara ASEAN, Solidity Exercise Digelar September di Natuna
"Kalau ada perubahan, perlu ada revisi. Kalau tidak ada perubahan, revisinya nanti menunggu jika ada signifikan berubah. Itu saja," kata Andi, dikutip dari Detik, Kamis (8/6).
Lebih lanjut, Andi mengatakan tahapan kajian akan dilakukan secara bertahap. Setelah mempelajari materi, kajian selanjutnya akan terkait dengan hubungan sipil dan militer di Indonesia.
Baca Juga: KSAD Launching Sepeda Motor Ambulans dan Motor BATAKS untuk Babinsa
Andi menegaskan, revisi UU TNI ini dilakukan untuk memperkokoh konsolidasi demokrasi.
"Hubungan sipil-militer di Indonesia. Konsolidasi demokrasi. Bagaimana revisi UU TNI diarahkan untuk memperkuat konsolidasi demokrasi," ujar dia. (un)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































