HANKAM

Gubernur Akmil Tekankan Perkembangan Geopolitik Dunia ke Para Taruna, Ingatkan Posisi RI Strategis

Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar
Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan pengarahan ke para taruna. (Foto: Dok. Pen Humas Akmil)

Jakarta, IDM – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan pengarahan tentang perkembangan geopolitik dunia kepada taruna Akmil tingkat II dan III di Gedung Moch. Lily Rochli, Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Senin (15/9).

Dalam arahannya, Gubernur Akmil Rano pentingnya pemahaman geopolitik bagi para taruna sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Darat dan Indonesia.

“Dinamika global saat ini bergerak cepat, menuntut kemampuan analisis yang tajam, wawasan strategis, serta ketangguhan dalam mengambil keputusan,” ujar Rano, dikutip dari keterangan pers Penerangan Humas Akmil, Selasa (16/9).

Baca Juga: KSAU Pimpin Sertijab Ketua Umum Yasau: Tongkat Estafet Kepemimpinan Demi Penguatan Misi Sosial TNI AU

Rano turut memaparkan teori-teori geopolitik klasik seperti gagasan Friedrich Ratzel, Rudolf Kjellen, dan Karl Haushofer, serta menyoroti berbagai contoh geostrategi negara-negara besar, termasuk perkembangan terkini di kawasan Asia Pasifik.

“Posisi Indonesia yang strategis di persimpangan dua benua dan dua samudera menuntut para perwira TNI AD memahami peluang sekaligus tantangan yang menyertainya,” kata Rano.

Pada akhir acara, Rano menyerahkan penghargaan karya cipta taruna (KCT) kepada para taruna Akmil tingkat III atas inovasi berjudul “Rancang Bangun dan Penghitungan Energi Tekanan pada Penggalak Munisi Kaliber 5,56 mm untuk Sistem Cartridge Trap sebagai Rintangan di Daerah Penugasan”.

Baca Juga: Puslaiklambangjaau Tingkatkan Kompetensi Perwira lewat Advance Investigator Workshop 2025

Penghargaan tersebut diterima oleh Sermatar Damar Vaza Putra Chamid (No. AK 2023.002), Sermatar Cesarrio Maheswara (No. AK 2023.018), dan Sermatar Zidan Maulida Jazuli (No. AK 2023.326).

Melalui kegiatan tersebut, Akademi Militer berharap para taruna semakin peka terhadap lingkungan strategis global, regional, dan nasional.

“Dengan bekal wawasan geopolitik yang mendalam, para taruna diharapkan siap menjaga kedaulatan NKRI, memperkuat pertahanan negara, dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika geopolitik dunia,” kata Gubernur Akmil. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.