HANKAM

KSAU Pimpin Sertijab Ketua Umum Yasau: Tongkat Estafet Kepemimpinan Demi Penguatan Misi Sosial TNI AU

KSAU M.Tonny Harjono
KSAU M.Tonny Harjono (kiri) berdiskusi bersama Ketua Umum Yasau yang baru, Marsda TNI (Purn) Jemi Trisonjaya. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin langsung prosesi serah terima jabatan (sertijab) Ketua Umum Yayasan Adi Upaya (Yasau) yang berlangsung di Ruang CC Kasau, Mabesau, Senin (15/9).

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pembina Yasau, KSAU menegaskan pentingnya kesinambungan dan inovasi dalam kepemimpinan yayasan yang telah menjadi pilar sosial TNI AU selama lebih dari lima dekade.

Jabatan Ketua Umum Yasau resmi diserahterimakan dari Marsda TNI (Purn) Tri Bowo Budi Santoso kepada Marsda TNI (Purn) Jemi Trisonjaya.

Baca Juga: Menhan Setujui Gedung DPR akan Dijaga Penuh oleh TNI

KSAU, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi Marsda (Purn) Tri Bowo selama masa kepemimpinannya, seraya menyampaikan harapan agar Marsda (Purn) Jemi Trisonjaya mampu melanjutkan program-program strategis Yasau sekaligus menghadirkan terobosan baru yang relevan dengan tantangan zaman.

“Yasau bukan sekadar yayasan, tetapi representasi komitmen TNI AU dalam membangun kesejahteraan keluarga besar dan masyarakat luas. Kepemimpinan yang berkelanjutan dan adaptif adalah kunci untuk menjaga relevansi dan kebermanfaatan Yasau di masa depan,” ujar Kasau.

Yayasan Adi Upaya (Yasau) merupakan lembaga sosial di bawah naungan TNI Angkatan Udara yang didirikan pada 2 Maret 1974 oleh Marsekal TNI Saleh Basarah dan Marsekal Madya TNI Ashadi Tjahyadi. Bermula dari dana pribadi sebesar satu juta rupiah, Yasau tumbuh menjadi institusi yang mengelola berbagai program sosial dan pendidikan strategis.

Baca Juga: Jelang HUT ke-80, TNI Gelar Patroli Gabungan dengan Polri-Pemda di Puncak Jaya

Fokus utama Yasau meliputi pemberian santunan dan bantuan pendidikan bagi keluarga besar TNI AU, pengelolaan institusi pendidikan seperti Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto dan Politeknik Kesehatan TNI AU Adisutjipto serta kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan dan kemanusiaan.

Secara hukum, Yasau beroperasi berdasarkan Akta Notaris Nomor 8 tanggal 2 Maret 1974 dari Kantor Notaris Soeleman Ardjasasmita dan menjalankan programnya sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Program Kerja dan Rancangan Anggaran Tahunan (PKRAT), serta Visi dan Misi yayasan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.