HANKAM

Gerak Cepat TNI AD Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono

Evakuasi
TNI AD Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – TNI AD bergerak cepat membantu penanganan korban erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5).

Dilansir dari keterangan Dispenad, Minggu (10/5), Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, turun langsung memimpin proses evakuasi dan operasi kemanusiaan guna memastikan pencarian serta penyelamatan korban berjalan optimal.

Didampingi Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Pangdam tiba di lokasi dan disambut Bupati Halmahera Utara bersama unsur Forkopimda. Selanjutnya, Pangdam langsung menuju Pos Pemantauan Gunung Dukono untuk menerima laporan terkini terkait perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap para pendaki yang terjebak erupsi gunung.

Baca Juga: TNI Sampaikan Kronologi Tewasnya Anak Perempuan Ditembak OPM di Tembagapura

Berdasarkan laporan Dandim 1508/Tobelo, saat erupsi terjadi terdapat 20 pendaki berada di kawasan gunung. Hingga saat ini, tim gabungan berhasil mengevakuasi 18 orang, terdiri dari 17 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara dua warga negara asing (WNA) masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Evakuasi
(Foto: Dok. Dispenad)

Suasana haru menyelimuti kunjungan Pangdam saat meninjau jenazah salah satu korban di RSUD Tobelo, seorang perempuan berusia 29 tahun yang merupakan pegawai Pertamina Ternate. Kehadiran Pangdam sekaligus menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga korban maupun seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan di lapangan.

Dalam keterangannya, Pangdam menegaskan bahwa keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi dan larangan aktivitas di kawasan rawan bencana.

Baca Juga: Rotasi Jabatan, Marsma TNI Erwin Sugiandi Pegang Tongkat Pimpinan Kodau I

“Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh pihak bekerja maksimal dalam misi kemanusiaan ini. Saya juga ingin menekankan bahwa ketika gunung sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya dan statusnya meningkat, maka tidak ada alasan lagi untuk melakukan pendakian. Ke depan, koordinasi antara petugas pemantau, perangkat desa, dan masyarakat harus lebih diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Pangdam.

Dody
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto (Foto: Dok. Dispenad)

Mayjen TNI Dody Triwinarto juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh unsur gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan, serta relawan masyarakat yang terus bekerja tanpa kenal lelah menyisir jalur evakuasi sepanjang kurang lebih 11,2 kilometer dengan kondisi medan berat dan risiko tinggi akibat aktivitas vulkanik.

Baca Juga: Di Hadapan Menhan Sjafrie, Prajurit Yonif TP Laporkan Kegiatan bersama Masyarakat

Selain meninjau proses evakuasi, Pangdam XV/Pattimura turut menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak erupsi sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi warga di sekitar kawasan bencana.

Sinergi antara Kodam XV/Pattimura, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Polda Maluku Utara, Basarnas, dan seluruh unsur terkait dalam operasi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.