Gelar Seminar Kedirgantaraan, TNI AU Bahas Optimalisasi Ruang Udara Nasional

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara kembali membahas visi kedirgantaraan Indonesia setelah 20 tahun tidak dibicarakan secara khusus. Perbincangan tersebut dikemas dalam 'Seminar Nasional Kedirgantaraan' yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (19/12).
Sejumlah elemen dilibatkan TNI AU untuk membicarakan isu tersebut. Beberapa pihak yang hadir di antaranya praktisi dan ahli seperti Peneliti The National Air & Space Power Center of Indonesia (NASPCI); Anggota Komisi I DPR RI; Sekjen Kementerian Pertahanan RI, Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto dan sejumlah akademisi dari berbagai kampus dalam negeri.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menjelaskan kedirgantaraan merupakan aspek penting bagi setiap negara. Ia menyebut sektor yang membahas ruang udara itu harus dikembangkan sebagai salah satu keunggulan negara dalam menghadapi persaingan global.
Baca Juga: Cegah Pelanggaran Kedaulatan, TNI AU Gelar Operasi Patroli Udara di Perairan Aceh
"Kedirgantaraan merupakan salah satu aspek penting bagi setiap negara, termasuk Indonesia, yang harus diberdayakan seoptimal mungkin guna memberikan competitive advantage bagi negara tersebut di tengah kondisi persaingan global," ucapnya.
Kendati memiliki potensi yang luas, Fadjar juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi bahaya yang menghadang keamanan wilayah udara nasional. Ia pun menekankan visi kedirgantaraan perlu dibahas secara berkala oleh seluruh pemangku kepentingan.
"Dalam satu dekade terakhir, kita melihat bagaimana militer semakin tergantung pada mapping (pemetaan), unmanned system (teknologi nirawak), yang kemudian dipadukan dengan artificial intelligence (kecerdasan buatan)," tutur Fadjar.
Baca Juga: Panglima TNI Rotasi 183 Jabatan Strategis di TNI dari Pangdam Hingga Kapuspen
"Berbagai hal tersebut merupakan disruptive technology di bidang kedirgantaraan, yang diyakini sebagai game changer dalam pertempuran modern. Namun, juga merupakan tantangan teknologi yang harus kita kuasai agar tidak tertinggal," sambungnya.
Fadjar pun berharap semua pihak yang terlibat dapat memahami tantangan tersebut sehingga visi kedirgantaraan dapat dirumuskan dan menjadi pedoman strategi dan kebijakan yang berkesinambungan.
"Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap kedirgantaraan, yang ditindaklanjuti dengan perencanaan yang tepat, akan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan suatu bangsa, termasuk dalam menjaga kedaulatan negara," tutur Fadjar. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































