Gelar Latihan Tempur, Laksamana Yudo: Prajurit Ingat Tiga Pesan

Riau, IDM- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI, Yudo Margono, menyampaikan tiga pesan kepada para prajurit yang hendak menggelar latihan manuver amfibi di Singkep, Kepulauan Riau, pada Jumat, (22/10/2021).
Pesan pertama yang KSAL sampaikan adalah soal pemanjatan doa kepada Tuhan beseeta kesiapan mental dan fisik.
"Awali setiap kegiatan itu dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan siapkan mental dan fisik untuk berlatih dengan penuh kesungguhan, seperti melaksanakan pertempuran sebenarnya," ujarnya pada saat memberikan amanat di agenda apel pasukan TNI sebelum bertolak ke Riau.
Kedua, Laksamana Yudo ingin prajurit terap mengutamakan keselamatan selama melaksanakan latihan. Ia ingin adanya toleransi nol atau zero tolerance terhadap kecelakaan personil dan material.
"Serta jalankan fungsi komando pengendalian latihan dengan tegas dan jelas, serta patuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan," imbuhnya.
Ketiga, KSAL ingin para prajurit memanfaatkan kesempatan latihan ini untuk menguji kemampuan para prajurit tersebit. Melalui latihan ini, menurutnya, para prajurit juga diharapkan bisa berinovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan taktik peperangan yang berkembang saat ini.
"Para prajurit yang saya banggakan, yakinlah bahwa semakin banyak kalian berkeringat dalam latihan, berarti semakin sedikit darah yang akan kalian teteskan dalam pertempuran," pungkasnya.
"Oleh karena itu, berlatihlah dengan keras agar kalian bisa memenangkan pertempuran dengan mudah," ucap Yudo.
Setelah penyampaian amanat dari Yudo, agenda apel kemudian ditutup dengan embarkasi atau keberangkatan pasukan. Jumlah pasukan TNI yang dikerahkan, menurut keterangan Yudo, adalah berjumlah 4.300 prajurit.
Para prajurit tersebut pun bertolak dari Tanjung Priok ke Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Yudo menerangkan bahwa selama di perjalanan menuju Singkep, pasukan TNI di kapal akan melakukan simulasi latihan tempur sebelum melakukan pendaratan di tujuan akhir.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































