HANKAM

Gandeng Gakkum KLHK, Puspomal Buru Jaringan Penyelundup Satwa Liar

Khoirul Fuad
Wakil Komandan Puspomal Laksma TNI Khoirul Fuad memberikan arahan dalam forum sinergi penanggulangan perdagangan satwa liar ilegal di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/8). (Foto: Dok. Pen Puspomal)

Jakarta, IDM – Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) menggandeng Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) untuk memberantas penyelundupan satwa liar ilegal. Sinergi ini menyasar pembongkaran jaringan kejahatan terorganisasi yang kerap menyusup melalui jalur transportasi dan distribusi laut.

Komitmen tersebut dibahas dalam forum sosialisasi dan koordinasi antarinstansi di Markas Komando Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/8).

Baca Juga: TNI dan Angkatan Bersenjata Australia akan Gelar Latma Keris Woomera Lagi, Jepang Ingin Gabung

Wakil Komandan Puspomal Laksma TNI Khoirul Fuad menegaskan, perdagangan satwa liar bukan sekadar pelanggaran konservasi sumber daya alam, melainkan kejahatan terstruktur yang memanfaatkan celah logistik.

"Perdagangan satwa liar bukan hanya persoalan lingkungan hidup dan konservasi, namun dalam perkembangannya dapat berkaitan dengan jaringan kejahatan terorganisasi, pemanfaatan jalur transportasi dan distribusi ilegal, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya," ujar Fuad membacakan amanat Komandan Puspomal Mayjen TNI (Mar) Harry Indarto.

Fuad menekankan perlunya pertukaran informasi secara berkala antarlembaga agar petugas di lapangan bisa mencegah dan menindak penyelundupan secara tepat sasaran.

"Oleh karena itu, penanganannya memerlukan sinergi, koordinasi, pertukaran informasi, dan kolaborasi yang kuat antarlembaga," kata Fuad.

Baca Juga: Indonesia-Australia Kuatkan Kerja Sama Kesadaran Domain Maritim lewat Patkor dan Latma

Dalam agenda ini, Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Ditjen Gakkum Kehutanan Rudianto Saragih Napitu mengulas pemetaan jalur distribusi, pola jaringan, hingga modus operandi para pelaku. Sementara itu, Kasat Idik Puspomal Kolonel Laut (PM) Dedhi Priyowibowo memaparkan ketentuan hukum serta penegakan disiplin prajurit.

Sosialisasi ini diikuti jajaran pejabat utama Puspomal, pimpinan satuan Polisi Militer (Danpom), Detasemen Provos (Dandenprov), hingga Satuan Provos (Kasatprov) wilayah Jakarta untuk memastikan pengawasan di pintu-pintu masuk laut berjalan ketat dan terukur.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.