Forum Peningkatkan Interoperabilitas Alutsista TNI, Wamenhan: Data Akurat jadi Faktor Pengganda Kekuatan

Jakarta, IDM – Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto menekankan pentingnya sistem komando dan kendali serta data yang akurat dalam perang zaman sekarang.
Hal itu diungkapkan Wamenhan Donny saat membuka acara “Forum Diskusi dan Rapat Terbatas Peningkatan Interoperabilitas Alutsista TNI Guna Mendukung Operasi Gabungan yang Terintegrasi dalam Rangka Mewujudkan Perisai Trisula Nusantara” yang diselenggarakan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).
Donny yang juga Sekretaris DPN, menyampaikan bahwa lingkungan strategis saat ini ditandai oleh ancaman militer, nirmiliter, dan hibrida yang berkembang cepat.
Baca Juga: TNI AL dan Militer se-ASEAN Latihan Bersama Penanggulangan Bencana di Banten
Dalam kondisi tersebut, kata Donny, operasi pertahanan semata-mata tidak lagi ditentukan oleh jumlah platform atau daya hancur senjata, tetapi juga oleh kecepatan memperoleh informasi, ketepatan membentuk situational awareness serta keandalan sistem komando dan kendali.
“Data yang akurat dan tersedia secara real-time menjadi pengganda kekuatan dalam konsep network-centric warfare (NCW), sehingga interoperabilitas menjadi hal penting dalam mendukung kemampuan seluruh unsur untuk bertindak sebagai satu kesatuan operasi,” kata Donny, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI.
Wamenhan mengatakan, interoperabilitas pada alutsista TNI bukan sekadar kompatibilitas perangkat komunikasi.
“Melainkan kemampuan personel, doktrin, prosedur, data, jaringan, sensor, sistem komando-kendali, dan platform senjata untuk saling terhubung, saling memahami, serta melaksanakan misi bersama secara aman dan efektif,” tutur Donny.
Baca Juga: TNI AD Siapkan 403 Calon Prajurit Berkualitas dari Papua
Donny menekankan, kemampuan tersebut menjadi prasyarat dalam mewujudkan daya tempur yang terpadu, sehingga kekuatan darat, laut, udara, ruang siber serta berbagai sistem pendukung dapat diintegrasikan untuk menghasilkan efek operasi gabungan yang lebih cepat, tepat, terkoordinasi, dan menentukan.
Wamenhan berharap forum kali ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan implementatif dengan mengedepankan kepentingan pertahanan negara.
Adapun forum turut dihadiri sejumlah narasumber dari Kemhan RI, Defend ID serta negara sahabat, yakni Prancis, Turki, dan Pakistan.
Hankam

Pesawat Tempur dan Helikopter TNI AU Bidik Target dalam Latihan Pratugas Satgasud Pamtas Papua
TNI AU mengerahkan sejumlah pesawat tempur, helikopter, dan pasukan Korpasgat bersama unsur penerbangan TNI AD dalam latihan pratugas Satgasud guna memantapkan kesiapan operasi perbatasan RI-Papua Nugini.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































