HANKAM

Evakuasi Jenazah Pilot AMA Air, TNI AU Kerahkan Super Tucano untuk Pengamanan Udara

pesawat Super Tucan
Ilustrasi pesawat Super Tucano dari Skadron Udara 21. (Foto: Dok. Instagram @skadronudara21official)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) memberikan dukungan pengamanan udara (air cover) dengan mengerahkan pesawat Super Tucano dalam misi evakuasi jenazah pilot PT AMA Air, Nicholas F. Goselin, Jumat (3/7).

Operasi tersebut dilakukan setelah pilot itu diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sehari sebelumnya.

Selain memberikan pengamanan udara, TNI AU juga mengerahkan helikopter H225M dari Skadron Udara 8 untuk membawa jenazah korban dari lokasi kejadian menuju Baseops Lanud Yohanis Kapiyau Timika.

Baca Juga: Groundbreaking Pabrik Munisi PT Pindad, Menhan: Langkah Strategis Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan

Setibanya di Baseops Lanud Yohanis Kapiyau Timika, jenazah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Tk. IV Timika Kesdam XVII/Cenderawasih oleh Kepala Kesehatan Lanud Yohanis Kapiyau, Lettu Kes Joserio Phyllip Saragi.

Helikopter H225M Caracal
Helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 yang dikerahkan dalam misi evakuasi jenazah pilot PT AMA Air. (Foto: Dok. Dispenau)

Setelah seluruh prosedur selesai dilaksanakan, jenazah diterbangkan menuju Lanud Silas Papare, Jayapura, menggunakan pesawat Boeing 737 Skadron Udara 5. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak maskapai AMA untuk diteruskan kepada keluarga di Jakarta.

Operasi tersebut dilaksanakan oleh Lanud Yohanis Kapiyau Timika di bawah Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Kodau) III dengan kendali operasi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.

Baca Juga: Pilot AMA Gugur, TNI: Korban Sedang Jalankan Tugas Mulia

"Seluruh personel yang terlibat melaksanakan prosedur sesuai standar operasional dengan mengutamakan aspek keselamatan personel, keamanan operasi, serta keberhasilan misi kemanusiaan," ujar Danlanud Yohanis Kapiyau Kolonel Pnb Taufik Andriadi, dikutip dari siaran pers Dispenau, Minggu (5/7).

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan keberhasilan operasi tersebut mencerminkan komitmen TNI AU dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Selain itu, operasi yang sama turut menunjukkan kesiapan unsur udara TNI AU dalam mendukung penanganan situasi darurat melalui operasi yang aman, cepat, dan profesional di wilayah Papua.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Pemakaman Militer 1

KSAD Pimpin Pemakaman Militer Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz

KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz, prajurit Puspenerbad yang gugur saat menjalankan misi pemadaman Karhutla di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.