Etape Keenam KJK 2024, KRI Bima Suci Berlabuh di Busan Korsel

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci menyelesaikan etape keenam pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2024 di Busan, Korea Selatan, Jumat (13/9).
Kapal layar latih yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso itu disambut oleh Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata saat tiba di negeri "Gingseng" tersebut.
Baca juga: HUT Ke-65 Hiu Kencana, KSAL: Pembangunan Kekuatan 12 Kapal Selam Suatu Keniscayaan
"Rencananya, KRI Bima Suci akan singgah selama 4 hari, mulai dari 13-16 September," ujar Hastaria, dikutip dari laman TNI AL.
Selama sandar, KRI Bima Suci akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti open ship, courtesy call kepada Komando Pasukan Angkatan Laut Republik Korea, cocktail party, sport activity hingga cultural visit di Busan.
Baca juga: Panglima TNI: Kepemimpinan Jokowi Buat TNI-Polri Lebih Maju dan Modern
Pada pelayaran muhibah Kartika Jala Krida 2024, KRI Bima Suci membawa 98 personel kapal dan 189 taruna AAL angkatan ke-71 yang dibagi menjadi empat gelombang. Selama 90 hari ke depan, kapal layar latih ini akan mengarungi rute yang panjang dan menantang.
Rute tersebut yaitu Surabaya–Jakarta–Singapura–Kamboja–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Balikpapan, dan kembali ke pangkalan di Surabaya, pada Oktober mendatang. Kapal ini melakukan pelayaran dengan total jarak tempuh sekitar 10.715 mil laut. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































