HANKAM

Enam Tahun Tak Ada Nakes yang Datang di Mayuberi Takut Ancaman OPM

Satgas Yonif 700:Wira Yudha Cakti.
Rombongan warga mulai berdatangan ke halaman Pos TNI Mayuberi, Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti untuk berobat walaupun mereka masih was-was dari bayang-bayang gangguan kelompok separatis. (Foto: Dok. Penyonif 700)

Jakarta, IDM – Anis Murib, Kepala Kampung Mayuberi, Kabupaten Puncak, Papua mengungkapkan bahwa sejak Puskesmas dibangun tahun 2019 belum ada satupun tenaga kesehatan (nakes) dari pemerintah yang datang ke kampungnya.

"Sejak Puskesmas kami berdiri tahun 2019, tidak pernah ada tenaga kesehatan dari pemerintah yang datang. Mereka takut. Ancaman OPM membuat kami kehilangan akses layanan dasar," katanya dikutip keterangan dari Penyonif 700/Wira Yudha Cakti, Rabu (2/7).

Baca Juga: Di Tengah Dinamika Situasi Global, Menhan Singgung Filosofi Trisula Nusantara

Kini kata Anis mereka bersyukur hanya Pos TNI jadi penyelamat mereka. "Kami berobat ke sini. Kami sangat terbantu,” kata Anis.

Sementara itu di lokasi yang sama, Danpos Mayuberi, Letda Inf Arif Natsir mengatakan memang akhir-akhir ini rombongan warga mulai berdatangan ke halaman Pos TNI Mayuberi, Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti untuk berobat walaupun mereka masih was-was dari bayang-bayang gangguan kelompok separatis.

Baca Juga: KSAL Minta TNI AL Sinergi dengan Semua Instansi Jaga Keamanan Laut

“Kami datang bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tapi untuk mendengar, melayani, dan menjadi bagian dari kehidupan warga. Di tengah keterbatasan, kami tak bisa diam melihat warga sakit tanpa pertolongan. Selagi kami di sini, Pos ini akan menjadi tempat rakyat berlindung dan berobat,” tegasnya.

Ia memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh para prajurit bukan sebatas pembalut luka fisik, tetapi juga penyembuh luka batin dan peneguh jiwa. Mereka menjadi tenaga medis dadakan, dokter berseragam loreng, yang tak hanya membawa stetoskop, tetapi juga membawa harapan. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.