Empat Unsur Wing Udara 2 Unjuk Kemampuan Tempur di Latopsla Aspek Udara

Jakarta, IDM – Sejumlah empat unsur di bawah Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menunjukkan kemampuan tempur dalam manuver lapangan latihan operasi laut aspek udara 2024 di Surabaya, Selasa (9/7).
Adapun empat unsur terdiri dari pesawat CN-235 MPA dari Skadron Udara 800, NC-212 Aviocar dari Skadron Udara 600, helikopter AS-565 MBe Panther dari Skadron Udara 100, dan pesawat nirawak (drone) UAV ScanEagle dari Skadron Udara 700.
"Keempat unsur yang terlibat dalam latihan operasi laut aspek udara ini memiliki tugas pokok masing-masing dan berperan penting dalam setiap perannya," kata Komandan Wing Udara 2 Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Kamis (11/7).
Baca Juga: Air Staff Talks, TNI AU-IAF Bahas Pelaksanaan ‘SMEE Operation and Maintenance’ Pesawat Tempur Rafale
Ia menjelaskan, CN-235 sebagai pesawat intai maritim dilengkapi kamera depan infra-red yang mampu melihat dan mencari dari ketinggian yang cukup aman dalam melaksanakan pengintaian udara.

"Sedangkan NC-212 Aviocar sebagai salah satu unsur angkut taktis, juga mampu infiltrasi dengan pasukan khusus di garis depan," jelas Adam.
Kemudian, helikopter AS-565 MBe Panther yang memiliki kemampuan antikapal selam dan dapat melaksanakan evakuasi medis udara. Sementara itu, UAV ScanEagle berkemampuan melakukan pengintaian dan pengumpulan data intelijen.
Dalam latihan tersebut, lanjut Adam, CN-235 MPA berperan sebagai pesawat udara yang bertugas sebagai intai maritim dan NC-212 mendukung pelaksanaan infiltrasi (Rubber Duck Operations) 7 pasukan Intai Amfibi (Taifib) Marinir.

"AS-565 MBe Panther berperan dalam antikpal selam dan evakuasi medis udara serta UAV ScanEagle berperan sebagai Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR)" tandasnya.
Adapun latihan operasi laut aspek udara 2024 yang dilaksanakan sejak pekan lalu, yakni Senin (1/7) Juli, terbagi dalam beberapa bagian antara lain gladi posko dan parsial hingga manuver lapangan.
Baca Juga: Aparat Gabungan TNI-Polri Tangkap Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan
Total 8 unit unsur Puspenerbal yang terlibat dalam latihan ini, yaitu Wing Udara 1 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan 1 unit NC 212 Casa dan 1 unit helikopter BO-105 Bolkow. Kemudian, Wing Udara 2 Sidoarjo, Jawa Timur dengan 1 unit NC 212 Casa, 1 unit CN-235, 2 unit drone, 1 unit helikopter Bell-412, dan 1 unit helikopter AS 565 MBe Panther.
Tidak hanya itu, latihan operasi laut aspek udara ini juga melibatkan para personel Lanudal Juanda, satu satuan setingkat peleton (SST) dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 2 Marinir, satu satuan setingkat peleton Koarmada 2, satu satuan setingkat peleton dari kru pesawat udara hingga deputasi perwira menengah. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































