Efisiensi BBM, KSAL Sebut Patroli Laut Pakai Drone hingga Kapal Selam Tanpa Awak

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyiapkan strategi khusus untuk memangkas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam operasional di laut. TNI AL bakal mengandalkan teknologi nirawak sebagai solusi menjaga kedaulatan maritim di tengah keterbatasan energi.
Ali mengungkapkan, gejolak di Timur Tengah berdampak langsung pada pasokan bahan bakar. Hal ini memaksa instansi militer untuk berinovasi agar intensitas pemantauan wilayah perairan tidak mengendur.
Baca Juga: Antisipasi Eskalasi di Laut, Pangkoarmada RI Tekankan Penguasaan ‘Sea Control’ yang Efektif
"Nah, drone ini sangat efektif dan sangat efisien ya, karena dia juga bisa digerakkan dengan jarak yang cukup jauh untuk melaksanakan patroli dari udara maupun dari permukaan," ujar Ali usai meresmikan bus listrik di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Kamis (16/4).
Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya terbatas di udara dan permukaan air. Ali membocorkan rencana penggunaan Kapal Selam Tanpa Awak (KSOT) untuk memperkuat pengawasan di zona bawah laut.
"Bahkan nanti ke depan seperti KSOT yang kalian mungkin tahu juga, itu juga akan kita gunakan untuk di bawah air. Gitu," imbuh Ali merujuk pada pengembangan alutsista masa depan.
Langkah efisiensi ini merupakan respons cepat terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta penghematan konsumsi BBM secara nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo menekankan pentingnya langkah proaktif menghadapi krisis global yang dipicu konflik di Eropa dan Timur Tengah.
Prabowo menilai kenaikan harga energi dunia berpotensi mengganggu stabilitas fiskal dan harga pangan di dalam negeri.
Baca Juga: Membanggakan! 3 Prajurit TNI AL Terima Tanda Jasa Kehormatan dari Militer Filipina
"Kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita harus lakukan langkah proaktif," tegas Prabowo dalam sidang tersebut.
Menyikapi instruksi Prabowo, TNI AL pun mempercepat transisi teknologi patroli. Penggunaan drone dan KSOT diharapkan mampu menekan ketergantungan pada kapal patroli konvensional yang mengonsumsi BBM dalam jumlah besar, sehingga target penghematan anggaran operasional dapat tercapai secara signifikan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































