Memboyong alutsista canggih kelas dunia belum menjamin ketangguhan pertahanan bawah air Indonesia. Langkah pemerintah membeli kapal selam Scorpène buatan Prancis hingga menggarap Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) di PT PAL bakal sia-sia jika tidak dibarengi ekosistem industri yang kuat.
Jadi, program kapal selam Scorpene ini adalah kelanjutan dari program kapal selam Nagapasa Class yang sudah pernah dijalankan oleh pemerintahan Indonesia melalui PT PAL Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyiapkan strategi khusus untuk memangkas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam operasional di laut. TNI AL bakal mengandalkan teknologi nirawak sebagai solusi menjaga kedaulatan maritim di tengah keterbatasan energi.