Dukung Satgas Marinir Natuna, KRI Teluk Parigi-539 Tiba di Selat Lampa

Jakarta, IDM - Dalam rangka mendukung pergeseran pasukan Satuan Tugas (Satgas) Marinir Natuna 4, KRI Teluk Parigi-539 tiba di dermaga fasilitas pelabuhan TNI AL, Selat Lampa, Natuna, Senin (16/1).
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Hudiarto Krisno Utomo, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah (pemda) setempat yang ikut menyambut Satgas Marinir Natuna 4.
"Kesan awal penyambutan ini salah satu sinergitas kita. Saya berharap, mari jaga kearifan lokal selama bertugas di Natuna dan tidak ada sikap dan sifat arogansi," tutur Hudiarto dikutip dari laman resmi TNI AL.
Ia juga menyampaikan, Natuna memiliki kepentingan yang sangat tinggi, terlebih dengan direlokasinya Guspurla Koarmada I dari Jakarta ke Natuna serta keberadaan Satgas Kompi Komposit Marinir Natuna III.
Baca: KSAL Pastikan Rencana Kemhan Perbaiki 41 Kapal Perang Terealisasi
Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kabupaten Natuna Rodhial Huda, mengucapkan selamat datang kepada KRI Teluk Parigi-539 beserta Satgas Marinir Natuna 4 yang baru menjadi keluarga Natuna.
"Semoga rakyat damai dengan kehadiran satgas ini," ucapnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































