Dukung Proses Perdamaian Dunia, Kasum TNI Bangga Kinerja Satgas Kizi di Afrika

Jakarta, IDM - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Eko Margiyono bangga terhadap kinerja prajurit Satgas Kompi Zeni (Kizi) TNI XXXVII-H Minusca yang telah memberikan kinerja terbaik demi mengharumkan nama Indonesia, di Bangui, Afrika Tengah, beberapa waktu lalu.
Dikutip dari keterangan Puspen TNI, Senin (26/9), Eko juga mendengarkan langsung laporan Dansatgas Kompi Zeni TNI XXXVII-H Minusca Letkol Czi Angga Wijaya, terkait misi di Afrika Tengah, di antaranya perlindungan terhadap warga sipil.
Kemudian, laporan tersebut juga disampaikan mengenai prajurit Satgas bekerja dengan baik dalam mendukung proses perdamaian, memfasilitasi dalam menciptakan lingkungan yang aman untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.
Selain itu, Eko dan juga bersama rombongan berkesempatan meninjau beberapa titik kamp, yaitu klinik kesehatan, gudang mekanik, garasi alat berat, gudang Explosive Ordnance Disposal (EOD), perbekalan air dan listrik serta dapur.
Di sela kunjungan kerja Satgas Kompi Zeni TNI XXXVII-H Minusca bersama Eko, Kepala Pusat Keuangan (Kapusku) TNI Marsda Hadi Wibowo dan bidang intel dari perwakilan dan staf Irjen TNI serta bidang keuangan juga melaksanakan audit sesuai dengan bidangnya masing-masing. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































