Dukung Pemerintah Cegah Covid-19, TNI AU Gelar Kegiatan Vaksinasi

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (AU) menggelar kegiatan vaksinasi untuk masyarakat, dengan tujuan untuk mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19, di Klinik Lanud Mus dan melayani Vaksin Dosis 1, 2 dan 3, Jumat (8/4).
“Serbuan vaksinasi ini bertujuan untuk menyediakan pelayanan vaksin bagi masyarakat, kita tidak perlu khawatir tentang vaksin ini karena pemerintah telah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah halal, aman, dan dapat memberikan banyak manfaat,” ucap Danlanud Mus Letkol Pnb, Dikutip dalam web resmi Dispenau.
Dengan adanya kegiatan vaksinasi yang jangkauannya mulai meluas dan merata diseluruh daerah, diharapkan dapat membentuk kekebalan kelompok atau Herd Immunity.
Danlanud Mus menambahkan, bahwa hal tersebut membuat masyarakat lebih produktif saat menjalankan aktivitasnya. Selain itu, Vaksin pada bulan ramadhan tidak akan membatalkan puasa.
Klinik Lanud Mus mendapat 30 dosis vaksin dari Dinas Kesehatan Kota Sabang. Sementara, yang terlaksana hanya 14 dosis, jika masih tersisa akan dikembalikan ke Dinas Kesehatan Kota Sabang. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































