Dukung Latihan Mobile Udara Marinir, Puspenerbal Kerahkan Helikopter Bell-412

Jakarta, IDM - Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) menurunkan helikopter Bell-412 Skuadron 400 Wing Udara 2 Juanda untuk mendukung latihan Mobile Udara (Mobud) Marinir 3 di Lanudal Juanda, Kamis (20/7).
Dikutip dari keterangan Pen Puspenerbal, Jumat (21/7), helikopter Bell-412 yang diawaki Kapten Pilot Mayor Laut (P) Sutrisno yang juga Komandan Skuadron Udara 400 bersama Mayor Laut (P) Kuswoyo ini, melaksanakan beberapa sorties Mobile Udara.
Baca Juga: Disandera Sejak 7 Februari, Begini Kondisi Pilot Susi Air Versi Pangdam XVII Cenderawasih
Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Ma’arif mengatakan, latihan ini dilakukan untuk mengasah serta menjaga kemampuan terbang.

"Sehingga ke depan dapat melaksanakan operasi sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku," ujar Ma’arif.
Baca Juga: TNI AD Buka Rekrutmen Pendaftaran Khusus Tamtama PK Kopassus dan Kostrad
Mobile Udara, lanjut Ma’arif, adalah salah satu teknik yang dilaksanakan menggunakan helikopter dalam upaya menurukan pasukan secara cepat.
"Kegiatan latihan ini juga mengasah sinergitas antar satuan, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan dalam tugas yang diemban," tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































