HANKAM

Dua 'Prajurit' Tangan Kanan Presiden Bakar Semangat Ribuan Taruna Akmil TNI AD

Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pembekalan untuk 511 Calon Perwira Remaja Akmil TNI AD. (Foto: Instagram @ agusyudhoyono)

Jakarta, IDM – Dua tokoh penting yang kini menjadi 'tangan kanan' Presiden Prabowo Subianto, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, kembali ke almamater mereka di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Kedatangan mereka membawa misi khusus memberikan pembekalan terhadap 511 Calon Perwira Remaja Akmil TNI AD.

Baca Juga: TNI AL Fokus Bangun Postur Pertahanan Laut dan Hidro-Oseanografi di 2027

Dilansir dari keterangan Humas Seskab, Selasa (14/7), Teddy berbagi pengalaman dan wawasan kepada para taruna selama kurang lebih 3 jam. Ia menyampaikan pentingnya membangun kepemimpinan yang berintegritas, menjunjung tinggi semangat kebersamaan, serta menguatkan komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Para taruna juga diajak untuk terus mengembangkan kapasitas diri, menjaga disiplin, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan pembekalan untuk 511 Calon Perwira Remaja Akmil TNI AD. (Foto: Humas Seskab)

Sementara itu, dalam unggahan akun Instagram resminya, @agusyudhoyono, AHY mengaku terharu kembali ke altmamater tempat ia menempa pendidikan. Ia mengungkapkan sebagai Taruna Akademi Militer, bersama rekan-rekan seperjuangan Angkatan 2000, ia punya segudang pengalaman yang bisa dibagikan. Dia pun melihat optimisme yang besar pada generasi penerus TNI Angkatan Darat. Mereka sedang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya tangguh secara fisik dan profesional sebagai prajurit, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki kemampuan berpikir strategis.

Baca Juga: Bukan Senjata, Ini Musuh Terbesar Prajurit TNI AD Jaga Pulau Seribu Selama 12 Tahun

"Kepada para Taruna, saya berpesan bahwa tantangan kepemimpinan ke depan akan semakin kompleks. Seorang perwira harus mampu memahami dinamika geopolitik, perkembangan ekonomi global, kemajuan teknologi, hingga berbagai isu strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan kewilayahan yang menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing bangsa serta menjaga persatuan Indonesia," kata AHY.

Lebih lanjut ia mengatakan sebagai seorang kakak, ia berharap bekal yang diperoleh di Akademi Militer tidak hanya menjadi fondasi untuk menjalankan tugas negara dengan sebaik-baiknya, tetapi juga menjadi modal untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi, mengayomi, dan mengabdi sepenuh hati kepada bangsa dan negara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.