Bukan Senjata, Ini Musuh Terbesar Prajurit TNI AD Jaga Pulau Seribu Selama 12 Tahun

Jakarta, IDM – Bagi Sersan Kepala (Serka) Aryanto yang sudah 12 tahun mengabdi di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, musuh terbesarnya bukanlah ancaman kedaulatan atau konflik bersenjata tetapi sampah yang mengotori laut.
"Mirislah kalau memang melihat sampah ya, prihatin. Buang sampah sembarangan, kotor lautlah. Kita sebagai Babinsa merasa terpanggil di sini," kata Ariyanto dikutip keterangan Penkodam Jaya, Selasa (14/7).
Baca Juga: Aksi 2 Kapal TNI AL di Laut Bitung, Satu KRI Menuju Rusia
Menurutnya seragam TNI tersebut bukan cuma simbol pertahanan, tapi juga janji untuk merawat kehidupan yang sunyi di ujung dermaga.
"Setiap hari, pesisir Kepulauan Seribu terus menerima kedatangan puluhan ton sampah. Sebagian besar dari kita mungkin tidak sadar, plastik-plastik yang mengotori pulau ini bukanlah dari warga lokal, melainkan "sampah kiriman" dari daratan hulu yang hanyut terbawa belasan muara sungai," jelas Ariyanto.
Baca Juga: TNI AL Fokus Bangun Postur Pertahanan Laut dan Hidro-Oseanografi di 2027
Ia mengatakan tantangan ini tidak akan selesai dalam semalam. Jika dibiarkan mengendap, pelan tapi pasti, limbah ini merusak terumbu karang dan mengikis mata pencaharian para nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya dari laut.
"Kami tahu, apa yang dilakukan Babinsa ini tidak langsung mengubah seluruh lautan menjadi bersih seketika. Namun, kami memilih untuk tidak tinggal diam. Melalui langkah-langkah kecil program Jaga Jayakarta, konsisten turun ke pesisir merawat dua hal yang paling berharga yaitu Jaga Warga dengan memastikan masyarakat pesisir tetap bisa hidup dan melaut dengan tenang, serta Jaga Bumi, mengurangi beban alam sedikit demi sedikit, karena pertahanan terbaik dimulai dari lingkungan yang sehat," kata Ariyanto.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































