Dogfight di Upacara Peringatan HUT ke-77, Aksi TNI AU Usir Pesawat Musuh

Jakarta, IDM – Gemuruh suara pesawat tempur nyaring terdengar di langit Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (9/4). Pagi itu, satu unit pesawat tempur milik musuh diketahui memasuki wilayah kedaulatan NKRI sehingga berpotensi memberi ancaman bagi Indonesia.
Merespons tindak pelanggaran udara tersebut, TNI Angkatan Udara (TNI AU) bertindak cepat dengan mengerahkan dua unit pesawat tempur T-50i Golden Eagle dengan call sign Golden Flight sebagai sweeper.
Saat Golden Flight melakukan pengejaran, pesawat musuh terus berupaya untuk menghindar. Namun, keadaan mulai mengancam tatkala pesawat musuh justru mencoba mengubah arah dan berupaya menyerang sisi belakang Golden Flight.
Baca Juga: Potret 5 Senpi Rakitan Jenis Penabur yang Diserahkan Warga ke Kodim 0911/Nunukan
Pada posisi terancam, dua pesawat T-50i Golden Eagle berupaya meloloskan diri dengan mengeluarkan flares sebagai inisiasi awal untuk mengecoh rudal musuh dan melakukan manuver High-G Turn, berbelok dengan gaya G yang besar.
Selanjutnya, Golden Flight berpisah dari formasi awal dan menjauh satu sama lain guna memancing pesawat musuh ke dalam pertempuran satu lawan satu jarak dekat, atau dikenal dengan sebutan dogfight.

Tidak berselang lama, Golden One keluar dari lingkup pertempuran untuk melaksanakan observasi dan mencari kesempatan menembak. Golden One kemudian melaksanakan manuver Hi-G Barrel serta Hi-G Turn dengan berputar ke atas dan berhasil membalik keadaan.
Baca Juga: Bahas Tindak Lanjut Relokasi Lanud Soewondo, KSAU Hadiri Rakor di Kemenko Marves
Pesawat musuh saat itu justru berbalik terancam. Di waktu yang bersamaan, pesawat T-50i supporting fighter juga mengaktifkan sistem senjata, short-range air to air missile.
Dengan kemampuan mumpuni dan profesionalitas para penerbang TNI AU, akhirnya mereka berhasil mengusir pesawat musuh dari langit nusantara.
Demikian simulasi manuver pertempuran udara (air combat maneuver) dua lawan satu yang dipertunjukkan oleh fighters TNI AU pada acara puncak peringatan HUT ke-77 TNI AU.
Baca Juga: Mereka yang Kebagian Berkah di Perayaan HUT ke-77 TNI AU
Dikutip dari Instagram @militer.udara, Senin (10/4), operasi udara ini bertujuan untuk melumpuhkan dan menghancurkan kekuatan udara musuh. Pada waktu yang sama, operasi juga dilakukan dalam rangka merebut keunggulan di udara, sehingga pengendalian udara atau control of the air dapat diwujudkan.
Aksi memukau yang dipersembahkan oleh para tentara langit tersebut disaksikan langsung oleh Menhan Prabowo, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, serta sejumlah pejabat negara lainnya yang hadir dalam peringatan hari jadi TNI AU tahun ini. Masyarakat yang memadati Lanud Halim Perdanakusuma juga tampak kagum dan bersorak atas manuver udara yang dipertunjukkan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































